Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyarankan pengusaha bioskop untuk berinovasi jika ingin buka di tengah pandemi misalnya dengan mengusung konsep drive ini.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:53 WIB
WowKeren - Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) berencana membuka serentak bioskop pada September mendatang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut buka suara mengenai hal ini.
Ia mengingatkan pengusaha untuk berhati-hati jika akan membuka bioskop. Terutama di Jawa Tengah, dimana kasus penularan COVID-19 masih terbilang tinggi. Untuk itu, ia tidak menyarankan bioskop untuk dibuka di wilayahnya, terutama di Semarang.
"Untuk Jawa Tengah ya hati-hati dulu," kata Ganjar, Kamis (27/8). "Apalagi Kota Semarang, saya menyarankan jangan sekarang."
Ia pun menyarankan pengusaha bioskop berinovasi jika ingin buka di tengah pandemi misalnya dengan mengusung konsep drive ini. Konsep ini pernah diterapkan di Marina Convention Centre (MCC) beberapa waktu lalu.
Konsep ini memungkinkan penonton untuk tetap dapat menonton bioskop dengan tetap berada di mobil mereka. Cara menonton bioskop seperti ini dinilai lebih bisa mengurangi risiko penularan COVID-19.
"Kalau boleh ya, bioskopnya itu dengan drive in. Saya kepengin justru pengusaha bioskop membuka itu," lanjut Ganjar. "Jadi, bioskopnya tetap jalan, masyarakat aman."
Bagi pengusaha bioskop yang tetap ingin membuka usahanya, ia meminta agar protokol pencegahan COVID-19 benar-benar disiapkan. Termasuk memasang Hepa Filter di degung bioskop masing-masing. "Juga kalau bisa dipasang UV di dalamnya, kalau itu semua dilengkapi, mungkin akan sedikit aman," jelasnya.
Kekhawatiran orang nomor satu di Jateng itu bukan tanpa alasan. Bioskop adalah ruangan yang tertutup dimana sangat kecil kemungkinan untuk bisa terjadi sirkulasi udara. Posisinya yang tertutup rapat membuat virus mudah menyebar dalam ruangan ini.
Sehingga ketika ada penonton yang batuk atau bersin dan menyebarkan droplet maka droplet tersebut akan lebih lama berada di sana karena tidak adanya sirkulasi udara. Hal ini tentu akan meningkatkan risiko penularan COVID-19.
"Itu kalau ada orang droplet di situ, kemudian AC nya tinggi dan muter-muter terus di situ. Itu kan berbahaya," ujar Ganjar menjelaskan. "Itu yang ingin saya ingatkan."
(wk/zodi)