Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto mengungkap jika persepsi masyarakat terhadap COVID-19 turut mempengaruhi sikap mereka dalam menghadapi pandemi ini.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 01 September 2020 - 09:22 WIB
WowKeren - Survei Indopol tentang Persepsi Publik atas Penanganan COVID-19 di Jatim mengungkap tentang Persepsi Publik atas Penanganan COVID-19 di Jatim. Dalam hasil survei itu, dilaporkan jika lebih dari 16 persen masyarakat Jawa Timur menganggap pandemi COVID-19 terlalu dilebih-lebihkan.
Adapun survei ini dilakukan selama periode 23 sampai 28 Juli 2020. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto.
Survei itu dilakukan dengan melibatkan 1.000 responden pria dan wanita dengan berbagai profesi. Mereka berusia 17 tahun ke atas sedangkan penentuan responden dilakukan secara random sistematis.
"Hasilnya, ada 16,2 persen masyarakat Jatim yang menilai fenomena COVID-19 telah dilebih-lebihkan," ujar Ratno di Surabaya, Senin (31/8). "Oleh pemerintah dan WHO."
Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 3,2 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Adapun persepsi lain yang muncul di masyarakat adalah mereka menganggap COVID-19 menyebabkan kesengsaraan. Sebanyak 17 persen responden yang memiliki persepsi semacam ini.
Lalu 58 persen responden yang mewakili masyarakat Jatim mengaku prihatin sekaligus waspada terhadap wabah ini. Ratno mengungkap jika persepsi masyarakat turut mempengaruhi sikap mereka dalam menghadapi COVID-19.
"Jumlah masyarakat yang menilai COVID-19 menjadi penyebab kesengsaraan dan dilebih-lebihkan ini cukup besar," ujar Ratno. "Dan berimplikasi terhadap pola hidup mereka dalam menghadapi COVID-19."
Sementara itu, jumlah masyarakat Jatim yang menilai penanganan pemerintah terhadap ODP, PDP, dan positif COVID-19 sudah cepat dan bagus lebih banyak yakni 75 persen. 68,2 persen masyarakat Jatim merasa puas dengan kinerja Pemprov Jatim seperti yang tinggal di Probolinggo, Situbondo, Mojokerto, Trenggalek, dan Madiun. Adapun yang tidak puas terhadap kinerja Pemprov Jatim seperti di Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, dan Malang.
"Adapun kinerja pemerintah yang paling banyak dirasakan masyarakat dalam menangani COVID-19 dalam bentuk imbauan mematuhi protokol kesehatan," ungkap Ratno. "Jumlahnya mencapai 62,2 persen."
(wk/zodi)