Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X langsung memberikan wanti-wanti terhadap warganya begitu mendapat laporan jika mutasi virus corona D614 G telah masuk Yogyakarta.
- Ruth Meliana
- Selasa, 01 September 2020 - 10:37 WIB
WowKeren - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah menemukan mutasi virus corona yang menular 10 kali lebih kuat dari sebelumnya. Mutasi COVID-19 tipe D614G tersebut ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Masuknya mutasi virus tersebut ke Yogyakarta membuat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X angkat berbicara. Ia mengaku dirinya belum terlalu mengetahui ataupun memahami mengenai temuan mutasi virus corona D614G.
Meski demikian, Sri Sultan langsung memberikan peringatan kepada warganya terkait ancaman mutasi virus corona. Ia meminta masyarakat Yogyakarta untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
Diantaranya adalah dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, dan rajin membersihkan tangan saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, Raja Keraton Yogyakarta ini juga meminta warga untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja karena dapat menghindari penularan virus corona.
”Saya ndak tahu virusnya 16 (menjadi D614G), macam apa saja saya belum tahu,” pesan Sri Sultan kepada wartawan di di Grhatama Pustaka, Bantul seperti dilansir dari Kumparan pada Senin (31/8). “Tapi yang penting bagi saya bagaimana protokol kesehatan itu dijaga. Jadi itu sangat penting cuci tangan pakai masker jaga jarak yang penting itu saja.”
”Tapi untuk tinggal di rumah pada tidak tahan terus jadi mahal (kebutuhan),” sambungnya. “Dibandingkan flu tetap berobat, kalau corona ming nang omah meneng wae mangan, minum, turu (hanya di rumah saja makan, minum, tidur) tapi tidak tahan sehingga tercemar itu karena tidak melaksanakan dengan baik yang namanya protokol kesehatan.”
Sultan mengamini jika protokol kesehatan COVID-19 sangatlah penting untuk dipatuhi demi menyelamatkan banyak nyawa. Meski demikian, ia sama sekali tidak melarang jika warganya tidak bisa selalu di rumah lantaran harus melakukan sejumlah aktivitas seperti bekerja.
Menurutnya, setiap orang memang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap harinya. Oleh sebab itu, Sultan menyatakan jika dirinya merestui tempat pariwisata untuk dibuka lagi dengan syarat menerapkan protokol kesehatan. Ia juga tidak pernah melarang pedagang pasar untuk berjualan hingga menutup mal.
”Mau dibuka pariwisata bagi saya boleh, tidak ada masalah,” ungkap Sri Sultan. “Tapi bisa nggak, menerapkan protokol kesehatan dengan baik? Kalau nggak bisa, ya, saya tutup.”
”Karena protokol kesehatan menentukan untuk tidak menyebar [virus] yang tidak bisa kita kontrol,” sambungnya. “Saya juga tidak pernah tutup pasar, mal ming tutup dewe mergo ra ana tamune (mal tutup sendiri karena tidak ada pengunjung).”
(wk/lian)