Muhadjir Berduka Atas Gugurnya Nakes Akibat Corona: Insya Allah Syahid
Nasional

Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya ratusan dokter dan tenaga kesehatan akibat terinfeksi virus corona, singgung golongan syahid.

WowKeren - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah melaporkan sudah ada 100 dokter di Indonesia yang meninggal akibat terinfeksi virus corona saat bekerja. Selain itu, ratusan tenaga kesehatan juga dilaporkan telah berguguran saat bertugas di garda depan penanganan pandemi COVID-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy lantas menyampaikan belasungkawanya atas wafatnya ratusan dokter dan nakes di Tanah Air. Ia kemudian meminta agar masyarakat Indonesia ikut mengenang jasa dokter dan nakes tersebut dengan ikut mendoakan mereka.

Dalam ungkapannya, Muhadjir juga turut menyinggung janji hadis nabi. Ia meyakini para dokter dan tenaga kesehatan yang gugur dalam memerangi wabah corona masuk dalam golongan syahid.


Atas nama pribadi maupun pemerintah saya sampaikan duka yang mendalam atas wafatnya para dokter dan tenaga medis,” ungkap Muhadjir dalam 'Doa Bersama dan Hening Cipta untuk Keselamatan Dokter Indonesia', Rabu (2/9). “Yang telah mengorbankan jiwanya atas nama profesi yang mulia demi untuk menyelamatkan para pasien yang menjadi korban dari wabah ini.”

”Seperti yang dijanjikan hadis nabi, bahwa mereka yang berjuang atau meninggal dalam keadaan wabah, apalagi yang bersangkutan sedang berjuang perangi wabah, insya allah syahid,” sambungnya. “Saya yakin, para dokter ini adalah golongan syahid itu.”

Mantan Menteri Agama (Menag) ini juga turut mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, dokter, hingga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang masih berjuang melawan pandemi corona. Ia menegaskan pemerintah juga masih terus berupaya untuk menangani pandemi dan memperhatikan keselamatan para tenaga kesehatan.

”Pemerintah sadar bahwa di antara kelompok rentan yang jadi ancaman paling fatal dari COVID-19 ini terutama adalah dokter dan tenaga medis,” tegas Muhadjir. “ Tentu saja dalam konteks perang lawan COVID-19 ini, dokter adalah garda terdepan, kalau di dalam ilmu perang, dokter adalah queen of battle, jadi ratu pertempuran, artinya dia tidak bisa ditinggal sendiri.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait