Peresmian tugu peti mati yang digelar oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kawasan RW 14 Kelurahan Sunter Jaya Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/9) lalu itu rupanya menuai respon negatif.
- Nidya Putri
- Kamis, 03 September 2020 - 13:24 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meresmikan Tugu Peringatan COVID-19 berbentuk makam di kawasan RW 14 Kelurahan Sunter Jaya Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/9). Melalui monumen tersebut, Anies meminta agar masyarakat bisa terus menerapkan protokol kesehatan.
Pada makam itu, dituliskan jumlah pasien corona beserta jumlah pasien yang sudah meninggal. Ia berharap dengan adanya monumen ini, masyarakat dapat menyadari ancaman virus corona yang jelas-jelas membahayakan masyarakat.
Sayangnya, tugu peti mati tersebut justru menerima respon yang kurang baik. Salah satunya dari politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menilai jika kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI itu tak jelas.
Kekesalan Ferdinand itu kemudian disampaikannya melalui akun Twitter-nya. Ia juga menilai nasib warga Jakarta tidak baik karena memiliki gubernur seperti Anies. Menurutnya, kebijakan yang dicetuskan oleh Anies dalam penanganan COVID-19 tidak jelas arahnya.
"Saya kalau melihat foto ini rasanya ingin memaki, untung sy msh bs mengendalikan emosi. Sial betul nasib Jakarta punya Gubernur seperti ini. Peti mati dibuat, demo diijinkan, kerumunan diijinkan, ganjil genap dilakukan. Anda tidak jelas kebijakannya Nies..!" cuit Ferdinand.
Bahkan sebelumnya, peresmian tugu peti mati yang dibangun di 10 lokasi di Jakarta Timur tersebut rupanya mendapat kritikan pedas dari warganet. Bahkan banyak yang mengingatkan komentar Anies terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat Pilgub DKI tahun 2019.
"bilang ke@basuki_btpHanya Focus Membangun Benda Mati...Nyatanya Skrng Malah Membuat "MONUMEN PETI MATI," cuit salah seorang netizen. "Bikin tugu peti mati, katanya untuk memperingatkan bahaya Covid-19, pas peresmian, banyak tuh yang berkerumun," sahut netizen lainnya.
(wk/nidy)