LAPAN Sebut Corona Sanggup Padamkan Listrik Di Bumi, Kok Bisa?
Nasional

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut lontaran massa corona dapat menyebabkan listrik di seluruh wilayah Bumi padam total. Begini penjelasannya.

WowKeren - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan kemungkinan listrik di Bumi padam akibat corona. Potensi Badai Matahari yang disebabkan oleh coronal mass ejection (CME) atau lontaran massa corona bisa mengakibatkan mati listrik di Bumi.

Peneliti Pusat Ilmu Antariksa LAPAN, Rhorom Priyatikanto menjelaskan lontaran CME tersebut berasal dari Antariksa. Adapun corona yang dimaksud disini bukanlah virus corona (COVID-19), namun lapisan terluar Matahari seperti lidah api yang paling tipis.

Rhorom menjelaskan terkadang sering terjadi peristiwa dimana materi dari corona terlempar karena lidah api Matahari terputus. Ia menggambarkan peristiwa lontaran ini seperti Matahari yang sedang bersin.

Peristiwa “bersinnya” Matahari ini dapat berpotensi mengganggu medan magnet, Bahkan, jika lontaran corona tersebut mengarah ke Bumi dengan kuat, maka hal itu bisa memicu badai Matahari yang berbahaya bagi penduduk Bumi.


”Ketika matahari bersin, medan magnet tadi bisa terganggu. Bisa terbelokkan sesuai dengan arah bersin yang lebih kuat,” kata Rhorom seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (2/9). “Kalau bersinnya mengarah ke Bumi, kita perlu waspada atau bahkan khawatir. Badai matahari bisa saja terjadi.”

Lebih lanjut Rhorom menjelaskan jika lontaran massa corona sendiri berisi materi bermuatan proton dan elektron. Hal ini menyebabkan gerakan lontaran akan membentuk medan magnet di ruang antar planet. “Seperti elektromagnet/magnet buatan yang dibuat dengan mengaliri konduktor dengan listrik,” jelas Rhorom.

Dampak badai Matahari bagi Bumi sendiri beragam. Salah satunya yang bisa sangat berpengaruh bagi penduduk Bumi adalah kerusakan fatal jaringan transmisi listrik. Jika hal ini sampai terjadi, maka listrik di seluruh Bumi bisa sampai padam total sehingga membahayakan kehidupan umat manusia.

Menurut Rhorom, efek badai Matahari jika menyerang Bumi akan paling berdampak di wilayah kutub. Situasi itu dapat memicu kerusakan pada survey geomagnet yang biasa dimanfaatkan untuk pencarian bahan tambang.

”Bisa terjadi di daerah dekat kutub. Saat Badai Matahari, bisa muncul arus induksi yang mengalir sepanjang jaringan transmisi tersebut,” papar Rhorom. “Saat timbul arus berlebih, trafo bisa meledak dan mati listrik lokal atau regional.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait