Video yang direkam di rumah sakit tersebut menampilkan pria yang jadi korban penembakan polisi Wisconsin, Jacob Blake, tengah menceritakan bagaimana kondisinya saat ini.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 07 September 2020 - 07:46 WIB
WowKeren - Jacob Blake, pria kulit hitam yang ditembak polisi AS di Kenosha, Wisconsin, memberikan sebuah pesan video pada para demonstran AS. Video yang direkam di rumah sakit tersebut menampilkan Blake yang menceritakan bagaimana kondisinya saat ini.
"Hidupmu, dan bukan hanya hidupmu, (tapi) kakimu, sesuatu yang kamu butuhkan untuk bergerak dan maju dalam hidup, bisa diambil darimu seperti ini, Bung," kata Blake sambil menjentik jarinya dalam video yang diunggah oleh pengacaranya, Ben Crump.
Blake juga mengatakan dia memiliki staples di punggung dan perutnya dan mengeluhkan bagaimana ia merasa begitu kesakitan. "24 jam, setiap 24 jam (terasa) sakit, tidak ada (rasa) lain selain rasa sakit," ujarnya. "Sakit ketika bernapas, sakit saat tidur, sakit untuk berpindah dari satu sisi ke sisi lain, sakit untuk makan."
Di akhir videonya, Blake mengatakan, "Saya mohon, saya beritahu, ubah hidupmu di luar sana. Kita bisa tetap bersama, menghasilkan uang, membuat segalanya lebih mudah bagi orang-orang di luar sana, Bung, karena ada begitu banyak waktu yang terbuang."
Di sisi lain, insiden penembakan Jacob Blake di kawasan Kenosha, Wisconsin, AS, oleh dua orang polisi kulit putih kini tengah menjadi sorotan global. Diketahui, Blake ditembak sebanyak tujuh kali di bagian punggung oleh aparat kepolisian.
Usai insiden tersebut, Blake langsung diterbangkan ke rumah sakit di Milwaukee dalam kondisi kritis. Blake yang berada dalam kondisi kritis selesai menjalani operasi pengangkatan peluru dan diprediksi bakal lumpuh seumur hidup.
Video penembakan Blake sendiri telah beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dua petugas polisi yang hanya berjarak satu atau dua langkah dari Blake. Salah satu petugas mengikuti Blake yang melangkah menuju mobil.
Blake terlihat berjalan dari trotoar di sekitar bagian depan mobil ke pintu sisi pengemudi saat petugas mengikutinya dengan senjata mengarah dan berteriak padanya. Saat Blake membuka pintu dan bersandar di mobil, seorang petugas menarik kemejanya dari belakang dan melepaskan tembakan. Sedangkan ketiga anak Blake berada di dalam mobil dan menyaksikan insiden tragis tersebut.
Insiden ini langsung menyebabkan gelombang demonstrasi besar-besaran. Gubernur Wisconsin, Tony Evers, bahkan memanggil Garda Nasional untuk menghentikan gelombang demonstrasi yang terus berlanjut. Sebanyak 125 anggota pasukan akan ditempatkan di Kenosha. Mereka diminta untuk menjaga infrastruktur dan memastikan semua orang berada dalam kondisi aman.
Langkah ini dilakukan setelah pengunjuk rasa melakukan aksi bakar mobil. Tak hanya itu, peserta demonstran juga memecahkan jendela sejumlah bangunan dan terlibat dalam bentrokan dengan petugas anti-huru hara.
(wk/luth)