Australia Siap Beri Vaksin COVID-19 Gratis Tahun Depan, Negara Asia Tenggara Bakal Dapat Jatah
Dunia

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, berkomitmen memastikan akses ke vaksin untuk negara-negara Pasifik dan Asia Tenggara jika uji coba vaksin terbukti berhasil.

WowKeren - Vaksinasi gratis untuk COVID-19 akan tersedia pada tahun depan di Australia. Pemerintah Federal Australia mengatakan keputusan itu bergantung pada hasil uji coba yang sedang berlangsung.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, berkomitmen memastikan akses ke vaksin untuk negara-negara Pasifik dan Asia Tenggara. Jika uji coba vaksin terbukti berhasil, artinya sebanyak 30 juta dosis dapat diberikan ke negara tetangga.

Jika berhasil, vaksin akan tersedia secara progresif sepanjang 2021, menyusul kesepakatan pasokan dan produksi senilai 1,7 miliar dolar AS dengan perusahaan farmasi AstraZeneca dan CSL/Seqirus. Perjanjian itu membuat Universitas Oxford/AstraZeneca dan Universitas Queensland/CSL menyediakan lebih dari 84,8 juta dosis vaksin untuk populasi Australia.

Akses awal 3,8 juta dosis vaksin Universitas Oxford pada Januari dan Februari 2021. Jika uji coba vaksin Oxford terbukti berhasil dan aman, vaksin itu tersedia mulai awal tahun depan, sementara vaksin UQ tersedia pada pertengahan 2021.

Perjanjian tersebut untuk 33,8 juta dosis vaksin Oxford dan 51 juta dosis vaksin UQ. Lebih dari 95 persen dosis vaksin diharapkan bisa diproduksi di Australia, dengan perkiraan setiap batch membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk diproduksi. Vaksin diharapkan dikirim setiap bulan mulai Januari, jika lulus pengujian ilmiah dan persetujuan peraturan.


Dilansir dari Republika, rincian lengkap dari perjanjian tersebut diumumkan secara resmi pada Senin (7/9) waktu setempat oleh Perdana Menteri Scott Morrison, Menteri Kesehatan Greg Hunt, dan Menteri Industri, Sains, dan Teknologi Karen Andrews.

Pada Minggu (6/9), Morrison telah mengatakan kedua vaksin itu perlu dibuktikan aman dan efektif dalam uji coba dan memenuhi persyaratan peraturan, sebelum tersedia untuk umum. "Warga Australia akan mendapatkan akses gratis ke vaksin Covid-19 pada 2021, jika uji coba terbukti berhasil," paparnya.

Dengan adanya perjanjian produksi dan pasokan, Australia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerima vaksin yang aman dan efektif, jika lolos uji tahap akhir. Morrison mengatakan tidak ada jaminan bahwa vaksin itu akan terbukti berhasil, tapi perjanjian tersebut menempatkan Australia di urutan teratas jika pakar medis memberi lampu hijau pada vaksin.

Warga Australia hanya perlu mengambil salah satu kandidat vaksin yang berhasil, dengan dosis awal diikuti dengan dosis penguat dari vaksin yang sama dalam beberapa minggu. Kemungkinan, orang-orang rentan dan petugas kesehatan garis depan diberikan vaksinasi terlebih dahulu. Uji klinis besar sedang dilakukan untuk menguji vaksin. Saat ini, vaksin Oxford dalam uji coba fase 3 dilakukan terhadap 30 ribu orang, hasil awal diharapkan ada pada Desember.

Sementara vaksin UQ dalam uji klinis fase awal 1, yang menggunakan kelompok kontrol kecil untuk melihat apakah itu mempengaruhi respon imun. Jika berhasil, uji coba akan berlanjut ke fase 2, yang menguji beberapa ratus orang di berbagai demografi yang berbeda.

Pemerintah mengamankan akses ke 84,8 juta dosis vaksin potensial untuk mencakup 25 juta populasi Australia jika salah satu satu, atau keduanya, vaksin terbukti tidak berhasil. Dosis vaksin Oxford diharapkan mencakup sebanyak 16,9 juta orang, dengan dosis vaksin UQ mencakup 25,5 juta.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait