Pemimpin Eksekutif Sinovac Biotech Yin Weidong, menyebutkan hampir 90 persen pegawainya beserta keluarga mereka, telah mendapat vaksin eksperimental COVID-19 miliknya.
- Nidya Putri
- Senin, 07 September 2020 - 13:36 WIB
WowKeren - Pemimpin Eksekutif Sinovac Biotech Yin Weidong menyebutkan bahwa hampir 90 persen pegawainya beserta keluarganya telah mendapatkan vaksin COVID-19 buatan perusahaan tersebut. Vaksin tersebut dikembangkan di bawah program darurat Tiongkok.
Tingkat inokulasi menunjukkan keaktifan dengan menggunakan vaksin eksperimental itu, dalam harapan untuk melindungi pekerja esensial melawan kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 gelombang baru, sekalipun proses uji coba masih dijalankan.
Program penggunaan darurat ditujukan bagi kelompok khusus, termasuk petugas medis dan para pekerja di pasar makanan serta sektor transportasi dan jasa. Sementara itu, vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac tengah dalam proses uji coba Fase III dan telah dimasukkan ke skema darurat.
Kandidat vaksin tersebut telah ditawarkan kepada 2 ribu hingga 3 ribu pegawai dan keluarga mereka sebagai relawan. "Sebagai pengembang dan pembuat vaksin, wabah baru bisa memberikan dampak secara langsung terhadap produksi vaksin kami," kata Yin, di sela-sela pameran dagang internasional di Beijing, menjelaskan alasan perusahaannya masuk dalam program darurat dilansir Antara, Senin (7/9).
Data yang dikumpulkan dari program tersebut dapat menyajikan bukti bahwa vaksin tersebut aman. Namun, data semacam itu tidak menjadi bagian dari protokol uji klinis dan tidak akan digunakan sebagai bahan utama, yang dikaji oleh otoritas dalam pengesahan vaksin.
Yin menyebut, mereka yang hendak menjalani inokulasi, termasuk istri dan orang tua dia sendiri, telah diinformasikan mengenai efek samping yang mungkin timbul sebelum disuntikkan vaksin, dan bahwa vaksin itu pun baru memenuhi uji coba tahap awal dan tengah.
Efek samping yang muncul setelah disuntik vaksin CoronaVac antara lain kelelahan, demam, dan nyeri, kebanyakan dalam gejala yang ringan, berdasarkan hasil uji coba tahap menengah yang melibatkan 600 peserta dan dipublikasikan bulan lalu.
Dari sejumlah kandidat vaksin COVID-19 yang tengah dikembangkan oleh berbagai negara, belum ada satu pun yang melalui tahapan final hingga saat ini. Uji coba skala besar harus dilakukan untuk membuktikan efektivitas dan keamanan vaksin sebelum digunakan secara luas di masyarakat.
(wk/nidy)