Tiongkok Perdana Pamerkan Vaksin COVID-19
AP
Dunia

Produsen Sinovac Biotech dan Sinopharm berharap vaksin COVID-19 tersebut disetujui pemerintah untuk kemudian dilempar ke pasar setelah uji coba tahap 3.

WowKeren - Tiongkok secara perdana memamerkan vaksin corona (COVID-19) buatan mereka sendiri. Vaksin yang diproduksi Sinovac Biotech dan Sinopharm itu dipajang dalam botol-botol kecil di sebuah pameran di Beijing. Produsen berharap vaksin tersebut disetujui pemerintah untuk kemudian dilempar ke pasar setelah uji coba tahap 3.

Dilansir dari CNN pada Selasa (8/9), perwakilan Sinovac mengatakan bahwa perusahaannya telah menyelesaikan pembangunan pabrik vaksin yang mampu memproduksi 300 juta dosis dalam setahun. Sementara itu, Sinopharm berkata pihaknya berharap antibodi yang dihasilkan vaksin tersebut dapat bertahan antara satu hingga tiga tahun-meskipun hasil akhirnya baru akan diketahui setelah uji coba.

Tiongkok beberapa kali menghadapi badai kritik dari banyak negara atas penanganan di awal pandemi. Mereka kini tengah berupaya membalikkan semua tuduhan itu dengan memproduksi vaksin. Media dan pejabat pemerintah Tiongkok saat ini menggaungkan narasi kebangkitan Wuhan, kota tempat pertama kali virus corona ditemukan.

Mereka juga dilaporkan ingin menunjukkan kepada dunia kisah dalam perang melawan COVID-19. Sebelumnya, Presiden Tiongkok Xi Jinping berjanji untuk membuat vaksin potensial yang dikembangkan oleh Tiongkok menjadi barang publik global.


Menurut Xi, vaksin itu nantinya bisa digunakan oleh negara-negara untuk melenyapkan corona dengan harga yang dipatok tidak begitu mahal. Tabloid lokal Tiongkok Global Times mengungkapkan setiap dua dosis vaksin harus berharga di bawah 1.000 yuan atau sekitar Rp2,1 juta.

Sementara itu, kantor berita Xinhua membeberkan bahwa ada kandidat vaksin lain yang tengah dikembangkan para ilmuwan militer Tiongkok dan mungkin dapat mengatasi mutasi virus corona. Vaksin Shinovac saat ini sedang dikembangkan di seluruh dunia telah dipesan oleh beberapa negara.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada vaksin corona hingga pertengahan 2021. Kendati demikian badan kesehatan PBB itu menyambut baik perkembangan uji klinis tahap 3 yang dilakukan sejumlah kalangan.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan prosedur normal, tahap pengujian vaksin membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk memverifikasi hingga kandidat vaksin dinyatakan aman dan efektif.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait