Kim Jong Un Langsung Pecat Pejabat Korut Karena Gagal Tangani Bencana Angin Topan
Dunia

Kim Jong Un menilai pejabat yang dipecat tersebut tak becus mengikuti perintah selama topan menerjang, seperti mengevakuasi penduduk ke tempat yang aman.

WowKeren - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, dilaporkan memecat Ketua Komite Provinsi Hamgyong Selatan dari Partai Buruh, Kim Jong-il, karena dianggap tidak becus menangani bencana angin topan yang melanda daerah tersebut.

Dilansir dari CNN pada Selasa (8/9), partai yang berkuasa di Korea Utara telah meminta pejabat lokal untuk dihukum berat karena gagal mengikuti perintah selama topan menerjang, seperti mengevakuasi penduduk ke tempat yang aman. Kim Jong-un sendiri diketahui telah menetapkan pengganti Kim Jong-il usai pemecatan ini, namun tidak dijelaskan siapa pengganti tersebut.

Dilaporkan bahwa Kim Jong Un turun langsung mengamati kerusakan di Provinsi Hamgyong Selatan yang dilanda bencana bersama para deputinya pada hari Sabtu (5/9). Kantor berita lokal Rodong Simun mengungkap Kim diberi tahu bahwa Topan Maysak menghancurkan lebih dari 1.000 rumah dan menggenangi bangunan umum serta lahan pertanian ketika melanda Hamgyong Selatan dan Utara pekan lalu.

Rodong Sinmun melaporkan Partai Buruh Korut (PBK) menilai pemerintah di kota Wonsan dan daerah lain sekitar Provinsi Kangwon tidak mengimplementasikan instruksi untuk mengamankan gedung yang beresiko dan mempersiapkan proses evakuasi warga. Daerah itu menjadi wilayah yang paling terdampak Badai Maysak.

"Puluhan orang menjadi korban, karena birokrasi dan trik diantara pejabat kota dan provinsi tidak mengikuti pedoman partai," tulis Rodong Sinmun dalam laporan mereka.


Surat kabar tersebut mengatakan PBK sedang meninjau kesalahan-kesalahan para pejabat dan mempertimbangkan hukuman yang setimpal. Pada Rabu (2/9) lalu stasiun televisi Korut menayangkan siaran langsung dampak badai dan hujan lebat yang terjadi di berbagai daerah di negara itu termasuk di Wonsan.

Sebenarnya, sangat jarang media Korut melaporkan bencana alam yang terjadi di negara tersebut. Dalam laporan itu stasiun televisi Korut menayangkan jembatan yang rusak, alun-alun dan bangunan yang terendam banjir dan sebuah mobil van dengan pengeras suara yang memperingatkan warga untuk menjaga keselamatan.

Dalam laporan yang terpisah Rodong Sinmun melaporkan aktivitas untuk memulihkan ladang pertanian yang rusak di kabupaten Unpa. Sementara tentara memperbaiki rumah, jembatan dan tepi sungai di seluruh negeri.

Kekhawatiran kerusakan ladang pertanian dan menipisnya pasokan makanan semakin meningkat. Terutama potensi badai besar Haishen yang sudah berada di jalur menuju timur Semanjung Korea.

Saat ini Korut sedang bergulat dengan hujan lebat, banjir, dan topan di salah satu musim hujan terbesar dalam sejarah. Mereka juga bersiap menghadapi topan ke-10 musim ini, yang dilaporkan berputar-putar di Laut Cina Timur selama akhir pekan. Profesor di Universitas Ewha, Leif-Eric Easley bilang kunjungan terbaru Kim ke daerah-daerah yang dirusak oleh bencana alam disebut sebagai upaya untuk meningkatkan moral dalam menghadapi penderitaan ekonomi yang memburuk.

"Kunjungan Kim Jong Un yang lebih sering ke provinsi dimaksudkan untuk menunjukkan respons 'pemimpin rakyat' terhadap bencana alam," katanya kepada Associated Press.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait