Buntut Kerja Sama dengan Tiongkok, Mesir Umumkan Bahasa Mandarin Jadi Mata Pelajaran di Sekolah
Pixabay/Ilustrasi
Dunia

Tercatat ada sebanyak 16 universitas di Mesir telah mendirikan jurusan Bahasa Mandarin atau memasukkan bahasa Negeri Tirai Bambu tersebut dalam kurikulum mereka.

WowKeren - Mesir dan Tiongkok telah meneken perjanjian kerja sama untuk mengajarkan bahasa Mandarin sebagai bahasa opsional kedua di sekolah-sekolah pra-universitas di negara tersebut.

Dilansir dari CNN pada Kamis (10/9), perjanjian itu ditandatangani di Kairo oleh Menteri Pendidikan Mesir, Tarek Shawki, dan Duta Besar China untuk Mesir, Liao Liqiang. "Mesir sangat ingin mendapatkan keuntungan dari pengalaman unik Tiongkok dalam pembangunan ekonomi serta bidang lainnya," ujar Shawki dalam upacara penandatanganan.

Shawki menambahkan bahwa hubungan dengan Tiongkok sangat mengakar karena Mesir adalah negara Arab dan Afrika pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara komunis itu pada 1956.

"Kesepakatan (yang dibuat) hari ini mewakili gambaran yang mencerahkan dari hubungan yang berbeda dan bermanfaat antara kedua negara sahabat, yang selalu kami upayakan untuk diperkuat dan didukung dengan segala cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan," lanjut Shawki.


Sementara itu, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Tiongkok akan mendukung program kementerian di beberapa bidang, termasuk membangun pembangkit listrik tenaga surya di sekolah, lokakarya untuk pendidikan teknis, dan memperbarui teknologi pendidikan di sekolah menengah di seluruh Mesir.

Terdapat dua Institut Konfusius di Mesir, satu berada di Universitas Kairo dan satu lagi berada di Universitas Terusan Suez, bersama dengan tiga institut independen lainnya. Sebanyak 16 universitas di Mesir telah mendirikan jurusan Bahasa Mandarin atau memasukkan bahasa Mandarin dalam kurikulum mereka.

"Lebih jauh, Tiongkok akan membuka pendidikan ke dunia luar untuk memfasilitasi pertukaran pelajar antar kedua negara dan membuka jalan untuk membangun komunitas Tiongkok-Mesir dengan masa depan bersama," ujar Liqiang.

"Kami bersedia bekerja sama dengan Mesir untuk selangkah demi selangkah menerapkan perjanjian tersebut dan memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kemahiran guru, memperkaya materi pengajaran bahasa Mandarin, mengoptimalkan metode pengajaran, dan menyusun silabus," lanjutnya.

Perjanjian itu ditandatangani di tengah hubungan ekonomi yang berkembang antara Mesir dan Tiongkok. Menurut Menteri Perdagangan dan Industri Mesir, Nevine Gamea, perdagangan kedua negara mencapai USD 5,2 miliar atau sekitar Rp77 triliun selama tujuh bulan pertama di tahun ini.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait