Jangan Sepelekan Hilangnya Nafsu Makan Anak, Bisa Jadi Tanda Kena Corona
Pxhere
Health

Orangtua jangan pernah menyepelekan kondisi saat anak kehilangan nafsu makan. Pasalnya, peneliti mengungkap hal itu dapat menjadi tanda-tanda terinfeksi virus corona.

WowKeren - Bahaya penularan virus corona telah mengintai anak-anak yang sudah mulai masuk ke sekolah. Baru-baru ini, para ahli memberikan peringatan kepada orangtua terkait anak-anak yang membawa pulang bekal makan yang tidak dimakan.

Rupanya, hal tersebut dapat menjadi tanda seorang anak yang kehilangan nafsu makan. Dalam penelitian terbaru King’s College London (KCL), hilangnya nafsu makan dapat menjadi gejala seorang anak terinfeksi COVID-19.

Oleh sebab itu, orangtua maupun guru diminta untuk mewaspadai hilangnya nafsu makan pada anak baik di sekolah ataupun rumah. Terlebih, dibukanya sekolah di tengah pandemi dapat meningkatkan risiko anak-anak terinfeksi virus corona.

Ilmuwan dari KCL telah melakukan penelitian pada ratusan anak yang terinfeksi COVID-19. Penelitian dalam bentuk pengawasan ini menggunakan aplikasi seluler pelacak gejala virus corona.

Adapun aplikasi yang digunakan bernama Symptom Tracker. Aplikasi COVID-19 ini telah mengumpulkan data dari orang yang melaporkan gejala dan hasil tesnya selama berbulan-bulan. Diantaranya adalah anak-anak yang telah diimbau untuk menggunakan aplikasi ini dengan bantuan orangtua.


”Membuat anak-anak kembali ke sekolah dan mempertahankan mereka di sekolah adalah prioritas,” kata Profesor epidemiologi genetik di KCL dan pencipta aplikasi COVID-19, Tim Spector seperti dilansir dari Dailymail pada Jumat (11/9). “Jadi penting bagi kita untuk memahami bagaimana COVID-19 memengaruhi anak-anak dan menyoroti potensi perbedaan gejala.”

Hasilnya, mayoritas remaja yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona sama sekali tidak menunjukkan gejala utama COVID-19. Diantaranya demam, batuk terus menerus, hingga kehilangan penciuman.

Namun, peneliti justru menemukan sebagian besar anak muda yang terinfeksi cenderung kehilangan nafsu makan. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka yang melewatkan makan.

Selain itu, gejala lain yang ditemukan adalah mereka lebih sering menderita sakit kepala dan lelah. Aplikasi tersebut turut menemukan jika satu dari enam anak di bawah 18 tahun mengalami ruam kulit yang biasanya sangat gatal.

Seperempat juga anak usia sekolah terdata sudah menggunakan aplikasi ini. Tim ahli menemukan, 52 persen anak-anak yang terinfeksi corona tidak menunjukkan gejala dasar apapun seperti yang memengaruhi orang dewasa, seperti batuk, demam, atau kehilangan penciuman.

Peneliti menjelaskan lima gejala teratas yang ditemukan pada anak di bawah 18 tahun yang terinfeksi COVID-19 adalah 55 persen kelelahan, 53 persen sakit kepala, 49 persen demam, 38 persen sakit tenggorokan, dan 35 persen kehilangan nafsu makan. Lalu satu dari enam anak-anak yang dites positif mengalami ruam kulit.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait