Menteri Ekonomi Malaysia, Mustapa Mohamed, mengatakan jumlah pengangguran di negeri Jiran tersebut turun sebesar 28.200 orang sejak Juli 2020 dibandingkan sebelumnya
- Luthfiatun Nisa
- Sabtu, 12 September 2020 - 09:19 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 yang merebak di seluruh penjuru dunia membuat banyak orang kehilangan pekerjaan akibat adanya kebijakan pembatasan wilayah alias lockdown yang diberlakukan. Namun saat banyak negara mencatat meningkatnya angka pengangguran selama pandemi, hal sebaliknya justru terjadi di Malaysia.
Menteri Ekonomi Malaysia, Mustapa Mohamed, mengatakan jumlah pengangguran di negeri Jiran tersebut turun sebesar 28.200 orang sejak Juli 2020 dibandingkan sebulan sebelumnya. "Jumlah penganggur pada Juli 2020 adalah sebanyak 745.100 orang, berkurang sebanyak 28.200 orang dibandingkan Juni 2020," ujar Mustapa Mohamed.
Berdasarkan data tenaga pekerja Juli 2020, yang diterbitkan oleh Kantor Statistik Malaysia, angka pengangguran menurun 4,7 persen setelah mencatatkan angka tertinggi 5,3 persen pada Mei 2020 dan Juni 2020 sebesar 4,9 persen. Mustapa mengatakan sebagian besar sektor ekonomi terus mencatatkan peningkatan penggunaan tenaga kerja sejak Juni 2020.
Ia mengatakan peningkatan yang mencolok dapat dilihat sebagian besar di sektor jasa, termasuk penginapan, bisnis makanan dan minuman, kesenian, hiburan dan rekreasi, pengangkutan, dan kegiatan berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi seperti, e-commerce dan e-hailing. "Keadaan pasar buruh yang semakin baik ini didukung oleh aktivitas ekonomi yang semakin pulih," katanya menambahkan.
Indeks Pengeluaran Perindustrian (IPP) yang meliputi tiga sektor utama, yaitu pertambangan, produksi, dan listrik, mencatat pertumbuhan positif sebesar 2,1 persen pada Juli 2020 dibandingkan Juli 2019 setelah mengalami penyusutan selama empat bulan berturut-turut sejak Maret.
"Peningkatan IPP didorong oleh pertumbuhan indeks produksi yang berkembang sebanyak 2,9 persen. Walau bagaimanapun, indeks pertambangan dan indeks listrik masing-masing mencatatkan penyusutan tiga persen persen dan 5,1 persen," katanya.
Sebagai informasi tambahan, sejauh ini Malaysia telah mencatatkan sebanyak 9,810 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, dengan 128 jumlah kematian. Dari angka tersebut, sebanyak 9,181 pasien dinyatakan sembuh, dan kini masih ada 501 kasus aktif yang ditangani.
Sedangkan secara global, virus corona telah menginfeksi lebih dari 28,6 juta orang di seluruh dunia. Tercatat ada sebanyak 919,575 kasus kematian, dengan lebih dari 20,5 juta pasien yang dinyatakan pulih. Sejauh ini, masih ada 7,156,201 kasus aktif COVID-19 di seluruh dunia.
(wk/luth)