Tagar RIP JK Rowling Jadi Trending Akibat Novel Transgender
Getty Images
Selebriti

Dengan nama samaran Robert Galbraith, Rowling telah menulis sebuah buku berjudul 'Troubled Blood', yang menggambarkan karakter transgender sebagai orang yang tidak stabil dan agresif.

WowKeren - Penulis buku "Harry Potter", JK Rowling, kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan tagar RIP JK Rowling (#RIPJKRowling) menjadi trending topic media sosial Twitter di banyak negara, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat.

Hal ini dikarenakan buku terbaru Rowling yang kontroversial. Pasalnya dalam karya terbarunya, novelis asal Inggris tersebut menceritakan seorang pria mengenakan gaun dan membunuh wanita.

Dengan nama samaran Robert Galbraith, Rowling telah menulis sebuah buku berjudul "Troubled Blood" yang merupakan angsuran terbaru dalam seri detektif Cormoran Strike. Dalam novel kedua seri tersebut, Rowling menggambarkan karakter trans sebagai orang yang tidak stabil dan agresif.

"Inti dari buku itu adalah penyelidikan kasus dingin: hilangnya GP Margot Bamborough pada tahun 1974, yang diduga menjadi korban Dennis Creed, seorang waria pembunuh berantai," tulis Telegraph dalam ulasan novel tersebut.

"Orang bertanya-tanya apa yang akan dibuat oleh kritikus sikap Rowling tentang isu-isu trans terhadap sebuah buku yang tampaknya bermoral: jangan pernah mempercayai seorang pria berpakaian," tambahnya.


Sontak saja hal ini membuat Rowling kembali dibanjiri beragam kecaman. Sebagaimana diketahui, sebelumnya penulis berusia 55 tahun tersebut telah menerima banyak kritikan karena pernyataan kontroversialnya tentang kaum transgender, dan sikapnya yang terkesan menjadi seorang transfobia.

Kontroversi ini bermula ketika Rowling mengomentari sebuah artikel yang membahas kerentanan para perempuan dan kelompok non-biner atau genderqueer yang mengalami menstruasi terhadap situasi pasca pandemi. Atas penamaan "orang yang menstruasi" tersebut, Rowling memberikan komentar, "Orang yang menstruasi. Saya yakin ada penggunaan kata untuk orang-orang itu. Seseorang bantu saya. Wumben? Wimpund? Woomud?"

Kicauan tersebut menimbulkan kecaman dari publik. JK Rowling mendapatkan julukan anti-trans dan transfobia terhadap kelompok masyarakat transgender, non-biner atau genderqueer yang juga mengalami menstruasi.

JK Rowling juga dinilai telah mencederai kecintaan para penggemar Harry Potter akibat kicauan tersebut. Sebagian pihak menilai, nilai-nilai cinta dan kasih sayang yang ditonjolkan dalam tujuh buku "Harry Potter" telah menjadi inspirasi banyak penggemar dari kelompok LGBT untuk mengakui identitas mereka.

Terkait kontroversi ini, salah satu penulis terkaya di dunia tersebut kemudian mengatakan bahwa keputusannya untuk berbicara soal transgender yang menimbulkan kontroversi ini dipengaruhi dari pandangannya terkait pengaruh politik dari aktivisme trans, selain atas nama kebebasan berpendapat.

Rowling lalu menyebut ia prihatin atas fenomena trans ini yang berpengaruh besar pada anak muda. Ia juga menyebut aktivisme trans dapat "mengikis definisi hukum tentang jenis kelamin dan menggantinya dengan gender", yang ia sebut bisa memiliki "dampak signifikan" terhadap perempuan yang ia dukung, termasuk narapidana perempuan, dan penyintas kekerasan rumah tangga juga seksual.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait