Tersangka Mutilasi Kalibata City Dikenal Pintar, Nekat Bunuh Gegara Pengangguran Saat Pandemi
Nasional

Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah fakta mencengangkan soal pembunuhan ini. Termasuk soal tersangka yang belajar memutilasi dari YouTube sampai niat awal pelaku terhadap korban.

WowKeren - Pembunuhan RHW (33) oleh LAS (27) dan DAF (26) di Apartemen Kalibata City terus menjadi bahasan panas masyarakat. Apalagi usai latar belakang kedua tersangka diulik semakin dalam dan menyimpan rekam jejak yang cukup mengejutkan.

Salah satunya misal LAS yang dikenal sebagai alumni MIPA Universitas Indonesia yang pintar. Bahkan LAS dikabarkan pernah bekerja di perusahaan bergengsi yang sayangnya harus kehilangan pekerjaannya ketika pandemi COVID-19 melanda.

Status baru sebagai pengangguran ini yang kemudian menjadi alasan LAS dan DAF melakukan kejahatan tersebut. Sejoli itu pun bekerja sama untuk melakukan tindakan kriminal keji tersebut, salah satunya belajar memutilasi dari YouTube.

"Ada temuan-temuan baru. Kemarin sudah saya sampaikan contoh dengan ada yang ditemukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Minggu (20/9). "Rupanya yang bersangkutan belajar mutilasi pakai YouTube. Dia lihat dari YouTube."


"Kemudian terdapat identitas tersangka L itu ternyata dia adalah orang yang berpendidikan tinggi dan pernah kerja di tempat yang bagus," terang Yusri, dilansir dari Suara, Senin (21/9). "Cuma karena masalah pandemi ini dia menganggur (lalu) kenalan DAF."

Selain itu, rupanya DAF sendiri merupakan individu dengan latar belakangan keluarga bermasalah. "Kita dapat lagi DAF ternyata punya keluarga. Itu yang kita dapat temuan-temuan," jelas Yusri.

Dalam rekonstruksi adegan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa awalnya LAS dan DAF hanya berencana memeras korban. "Apabila tidak terlaksana pemerasan, maka disepakati oleh kedua tersangka dilakukan eksekusi sampai dengan dilakukan pembunuhan," beber Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Sedangkan keputusan memutilasi RHW dikarenakan LAS dan DAF tak bisa membawa korban keluar dari TKP Apartemen Pasar Baru Mansion. "Karena pelaku ini kebingungan tidak bisa membawa korban keluar dari TKP, sehingga dilakukan mutilasi," ungkap Calvijn.

Pada Sabtu (12/9) dan Minggu (13/9), pelaku memutilasi RHW menjadi 11 bagian. Baru sesudahnya mereka memindahkan potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City dengan menggunakan taksi daring dalam dua kali pengiriman.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts