Pejabat Korsel yang Ditembak Mati Korut Dituding Sebagai Pembelot, Keluarga Beri Bantahan
Dunia

Pernyataan itu disampaikan untuk menyangkal penyelidikan awal penjaga perbatasan yang mengatakan telah mengesampingkan kemungkinan upaya bunuh diri pejabat tersebut.

WowKeren - Saudara laki-laki dari pejabat Korea Selatan yang ditembak mati oleh Korea Utara pekan lalu menegaskan bahwa mendiang bukanlah pembelot pemerintah seperti yang dituduhkan. Pernyataan itu disampaikan untuk menyangkal penyelidikan awal penjaga perbatasan yang mengatakan telah mengesampingkan kemungkinan upaya bunuh diri atau terjatuh secara tidak sengaja dari kapal.

Pejabat yang diidentifikasi sebagai Lee itu diduga memiliki hutang judi yang sangat besar. Namun saudara laki-lakinya, Lee Rae-jin, membantah temuan tersebut. Dia mengatakan bahwa saudaranya tidak menunjukkan tanda-tanda rencana untuk membelot dan sangat bangga dengan pekerjaannya sebagai pejabat pemerintah.

"Mereka terus mengungkit masalah keluarga dan hutang saudara laki-laki saya," ujar Rae-jin saat konferensi pers dengan koresponden asing di Seoul, sebagaimana dilansir dari CNN. "Saya berbicara dengannya dua hari sebelum kematiannya dan dia tidak pernah menyebutkan atau memberikan tanda-tanda untuk membelot."

Dalam lanjutan keterangannya, Lee Rae-jin juga memohon kepada Pyongyang untuk mengembalikan jenazah saudaranya. "Saya dengan sungguh-sungguh memohon kepada Pemimpin Kim Jong-un dari Korea Utara untuk mengembalikan (jenazah) saudara saya," ujarnya.

Dalam konferensi pers sebelumnya, penjaga pantai di perbatasan mengatakan penyelidikan menunjukkan Lee melompat dari kapal secara sukarela menuju Korea Utara. "Beberapa keadaan di mana dia menyatakan niatnya untuk membelot ke Korea Utara juga telah dikonfirmasi," kata seorang perwira senior penjaga pantai kepada wartawan.


Penjaga tersebut lantas menambahkan kemungkinan bahwa pejabat tersebut mencoba bunuh diri "sangat rendah" karena Lee memakai jaket pelampung. Petugas itu menuturkan Lee memiliki utang sekitar 330 juta won atau sekitar Rp4,1 miliar, di mana mayoritas utang berasal dari judi.

Sementara itu, saat ini penjaga pantai dan angkatan laut Korsel sedang mencari jenazah Lee setelah Pyongyang mengatakan tentaranya hanya membakar pelampung yang Lee kenakan.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, sempat menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Korsel terkait insiden penembakan ini. Korsel telah mengusulkan penyelidikan bersama dengan Korut atas insiden penembakan tersebut.

Di sisi lain, pekan lalu Kementerian Pertahanan Korsel mengonfirmasi bahwa Korea Utara telah menembak mati dan membakar tubuh seorang pejabat mereka yang sebelumnya dikabarkan hilang. Warga Korea Selatan pun mengutuk aksi itu sekaligus menuntut penjelasan dan hukuman bagi mereka yang bertanggung jawab.

Dilaporkan bahwa pejabat berusia 47 tahun itu berafiliasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dia dilaporkan menghilang pada Senin (21/9) siang ketika sedang bertugas di atas kapal inspeksi di perairan lepas pulau perbatasan barat Yeonpyeong.

Pejabat tersebut dilaporkan hilang dari kapal patroli perikanan Korsel ketika kapal tersebut berada 10 kilometer dari selatan garis perbatasan yang dijaga militer kedua negara, Northern Limit Line (NLL). Kantor berita Yonhap melaporkan alasan persis pejabat berusia 47 tahun itu ditembak belum diketahui. Tapi ada kemungkinan tentara Korut bertindak berdasarkan perintah untuk menembak siapapun yang dikhawatirkan membawa virus corona (COVID-19).

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts