Telanjur Beli Bahan Tes Lebih dari Batas Maksimal, Begini Kata RS Soal Harga Swab Rp 900 Ribu
Pixabay
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sekjen PERSI Lia Gardenia Partakusuma menjelaskan jika harga pemeriksaan tes swab dipengaruhi oleh fasilitas yang tersedia, bahan baku, hingga kebutuhan operasional

WowKeren - Pemerintah telah menetapkan harga tes swab mandiri sebesar Rp 900 ribu untuk batas maksimal. Pihak rumah sakit pun buka suara mengenai hal ini.

Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) meminta waktu untuk bisa menyesuaikan harga tersebut. Sebab sebelum aturan itu ditetapkan, mereka telah membeli bahan-bahan pemeriksaan yang dibutuhkan dengan harga di atas batas maksimal.

"Tolong beri waktu untuk penyesuaian," kata Sekretaris Jendral Lia Gardenia Partakusuma dilansir CNN Indonesia, Sabtu (3/10). "Bagi yang telah lebih dulu membeli kebutuhan-kebutuhan pemeriksaan dengan harga di atas batas maksimal yang telah ditentukan pemerintah."

Lebih lanjut, Lia menjelaskan jika harga pemeriksaan tes swab juga dipengaruhi oleh sejumlah hal. Mulai dari fasilitas yang tersedia, bahan baku, hingga kebutuhan operasional. Jika pemerintah menetapkan harga maksimal untuk tes swab, maka Lia meminta agar pemerintah juga mengatur harga alat lab dan bahan baku yang digunakan menjadi murah atau terjangkau.


Dengan begitu, pihak rumah sakit tidak akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan harga seperti yang ditetapkan oleh pemerintah. "Serta kemudahan akses untuk mendapatkannya serta menjamin ketersediaan seluruh kebutuhan, PERSI bisa saja mengikuti batas harga tersebut," ucap Lia.

Langkah pemerintah untuk menetapkan batasan maksimal ini disebabkan karena sebelumnya harga yang dipatok oleh masing-masing RS berbeda-beda. Bahkan ada yang mematok harga Rp 2,5 juta untuk tes swab. Sehingga hal ini dinilai memberatkan mereka yang hendak melakukan tes swab mandiri.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan harga ini masih dinilai mahal terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Oleh sebab itu, pemerintah dinilai perlu memberikan subsidi swab test kepada golongan menengah ke bawah.

"Bagi masyarakat yang kemampuan ekonominya lemah, diharapkan tetap dapat melakukan swab test. Namun, biayanya disubsidi pemerintah," ungkap Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Daulay, Sabtu (3/10). "Kalau masyarakat menengah ke bawah dibebani dengan harga swab test sebesar 900 ribu, tentu mereka akan kesulitan."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts