Setelah lebih dari enam bulan, Masjidil Haram, Makkah kembali membuka pintunya bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah umrah. Meski begitu, ibadah umrah terbatas ini bakal dibagi menjadi 3 tahap.
- Nidya Putri
- Senin, 05 Oktober 2020 - 09:29 WIB
WowKeren - Otoritas Arab Saudi kembali membuka ibadah umrah pada Minggu (4/10). Ini merupakan ibadah umrah yang pertama kali digelar usai enam bulan Makkah di "lockdown" karena pandemi virus corona (COVID-19).
Jemaah umrah yang melakukan ibadah diwajibkan menggunakan masker terutama saat mengelilingi situs paling suci umat Islam. Tak lupa para jemaah juga harus melakukan social distancing.
Ribuan jemaah memasuki Masjidil Haram di kota suci Mekkah secara berkelompok untuk melakukan ritual mengitari Ka'bah suci, sebuah bangunan kubik, tempat Muslim di seluruh dunia berdoa. Umrah, ziarah yang dapat dilakukan kapan saja, biasanya menarik jutaan umat Islam dari seluruh dunia setiap tahun, tetapi ditangguhkan pada Maret karena pandemi virus corona.
Namun, kali ini ibadah tersebut akan dibagi menjadi 3 tahap. Menteri Haji Saudi Mohammad Benten mengatakan, pada pekan lalu, bahwa kuota 6.000 jemaah per hari akan diizinkan umrah pada tahap pertama. Ada pun syarat lainnya adalah dilakukan "dengan cermat dan dalam jangka waktu tertentu".
Serangkaian tindakan pencegahan telah diadopsi untuk menangkal wabah apa pun. Dilansir AFP, Batu Hitam yang dihormati di sudut timur Ka'bah, yang menjadi kebiasaan untuk disentuh, tetapi tidak wajib, selama ziarah, selama masa pandemi akan dilarang sama sekali.
Masjidil Haram juga akan disterilkan setiap sebelum dan sesudah kelompok jemaah keluar dan masuk. Setiap kelompok yang terdiri dari 20 atau 25 peziarah akan didampingi oleh petugas kesehatan, dan tim medis akan turun, jika terjadi keadaan darurat, kata Benten. "Dalam suasana iman dan dengan hati yang yakin...jemaah haji gelombang pertama memulai haji sesuai dengan tindakan pencegahan yang ditetapkan," kata kementerian haji di Twitter.
Pada tahap kedua nanti, ibadah umrah akan digelar pada tanggal 18 Oktober dengan jumlah kuota jemaah ditambah 15 ribu per harinya. Sedangkan tahap ketiga bakal dimulai 1 November dengan kapasitas hingga 20 ribu jemaah.
Menurut kementerian dalam negeri, ada maksimal kuota 40.000 orang, termasuk jemaah lainnya, akan diizinkan untuk melakukan sholat di masjid pada tahap kedua. Sedangkan, pada tahap ketiga diberikan kuota maksimal 60.000 orang per hari.
(wk/nidy)