Imbas Tarif PCR Rp 900 Ribu, Lab di Aceh Setop Layani Tes Swab Karena Merugi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Laboratorium Infeksi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Aceh, mulai saat ini sudah tak lagi menerima warga yang hendak melakukan tes swab secara mandiri.

WowKeren - Pemerintah telah memberlakukan aturan untuk membatasi harga maksimal tarif tes swab sebesar Rp 900.000. Fasilitas kesehatan maupun rumah sakit pun wajib untuk menyesuaikan tarif mereka dengan batas maksimal tersebut untuk layanan tes PCR mandiri.

Namun rupanya, sebuah laboratorium justru harus berhenti melayani pasien akibat terimbas aturan itu. Adalah Laboratorium Infeksi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Aceh, yang mulai saat ini sudah tak lagi menerima warga yang hendak melakukan tes mandiri.

Manager Operasional Laboratorium Penyakit Infeksi Unsyiah, Dr. Ichsan, mengatakan, jika laboratoriumnya rugi. Besaran biaya Rp 900 ribu itu tidak mampu menutupi biaya Bahan Habis Pakai (BHP) yang harus mereka keluarkan.

"Kita biasanya Unsyiah pakai BHP yang terbaik atau kualitas terbaik," kata Ichsan dilansir Kumparan, Rabu (7/10). "Nah, harganya tidak mencukupi dengan Rp 900 ribu itu. Jadi diputuskan kita tidak lagi menerima pasien mandiri."

Adapun tarif Rp 900 ribu tersebut memang jauh dari harga yang dipatok oleh laboratorium itu sebelumnya. Ichsan mengatakan pihaknya biasanya melayani tes swab mandiri seharga Rp 1,5 juta untuk setiap kali pemeriksaan.


Sehingga agar tidak semakin tekor maka Unsyiah memutuskan untuk menghentikan layanan tes swab. Ichsan mengatakan Lab Unsyiah juga ingin berumur lebih panjang, dan operasional tetap berjalan.

Kendati demikian, untuk pemeriksaan Swab pasien yang gratis dari rumah sakit masih tetap berjalan. Begitu pula dengan pasien yang bekerja sama dengan pemerintah kabupaten atau kota.

Lalu jika ada masyarakat yang ingin melakukan tes swab secara mandiri, Ichsan menyarankan untuk mendapatkan layanan itu ke rumah sakit swasta.

"Jadi kalau di Banda Aceh, ada lab riset di depan RSUD Zainoel Abidin," ujarnya menjelaskan. "Makanya masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien positif, itu bisa melalui dinas masuknya biar gratis."

Sementara itu terkait harga tes swab ini sebelumnya pihak rumah sakit telah meminta waktu kepada pemerintah. Sebab mereka perlu melakukan penyesuaian.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts