Banyak Wilayah Jadi Zona Oranye, Satgas COVID-19 Sebut Pemda Mulai Lengah
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah mencatat hingga saat ini, ada 336 wilayah kabupaten/kota yang berada di zona oranye. Angka ini merupakan 65 persen dari keseluruhan kabupaten/kota.

WowKeren - Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia masih mengalami naik turun. Kekinian, jumlah wilayah yang masuk ke dalam zona hijau penularan COVID-19 kian berkurang.

Sebaliknya, penambahan terjadi pada jumlah wilayah yang masuk ke zona oranye. Zona hijau menunjukkan jika wilayah tersebut tidak memiliki kasus penularan COVID-19 sedangkan zona oranye adalah wilayah yang memiliki risiko sedang penularan COVID-19.

Hal ini pun mendapat sorotan dari Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Menurut Wiku, hal ini menunjukkan jika masing-masing pemerintah daerah mulai lengah dalam menangani pandemi COVID-19.

Jumlah wilayah yang beralih status zonanya bahkan mencapai puluhan. Tak hanya oranye, ada yang bahkan beralih ke zona merah.

"Sangat disayangkan," kata Wiku dalam keterangan pers, Selasa (13/10). "Bahwa terdapat lebih dari 50 persen kabupaten dan kota yang sebelumnya berada di zona hijau berpindah ke zona kuning, zona oranye dan bahkan zona merah dalam pekan ini."


Pemerintah mencatat hingga saat ini, ada 336 wilayah kabupaten/kota yang berada di zona oranye. Angka ini merupakan 65 persen dari keseluruhan kabupaten/kota. "Hal ini menandakan bahwa daerah lengah atau sudah merasa nyaman," ujar Wiku.

Oleh sebab itu, ia meminta agar Pemda kembali memperhatikan penanganan COVID-19 di wilayahnya. Mereka harus tetap fokus untuk bisa benar-benar menekan kasus corona. Sementara itu, Jawa Tengah menjadi provinsi yang menyumbang angka kasus tertinggi selama pekan ini yakni 499 kasus.

Lalu disusul Jawa Barat 383 kasus dan Papua Barat 314 kasus. Kemudian Sulawesi Selatan dengan kenaikan 277 dan Sulawesi Tengah 204 kasus. Wiku mewanti-wanti agar 5 Pemda wilayah tersebut segera melakukan evaluasi.

"Bagi daerah yang masuk lima besar segera lakukan evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan," tegas Wiku. "Jangan masuk lima besar kasus positif karena ini bukanlah prestasi."

Sementara itu, angka kematian secara nasional dikatakannya mengalami penurunan pekan ini. "Dan mengalami penurunan lebih besar dari pekan sebelumnya," kata Wiku.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts