Vaksin Covid-19 buatan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) kini sudah bisa dipesan secara daring (online) oleh warga Wuhan dan Beijing, terutama untuk pelajar yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
- Nidya Putri
- Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:04 WIB
WowKeren - Vaksin virus corona (COVID-19) buatan Tiongkok Sinopharm sudah bisa dipesan secara daring oleh warga Wuhan dan Beijing. Para pelajar dari Wuhan dan Beijing yang hendak melanjutkan studi ke luar negeri akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan vaksin tersebut.
"Kami sangat mementingkan siswa yang belajar di luar negeri dengan harapan bisa memberikan perlindungan yang efektif, aman, dan komprehensif," demikian sumber Sinopharm dilansir Global Times, Kamis (15/10).
Selain pelajar, para pekerja yang hendak bepergian ke luar negeri dan pekerja berisiko tinggi juga menjadi prioritas. Pelajar Tiongkok yang berencana ke luar negeri pada November 2020-Januari 2021 akan mendapatkan vaksin tersebut.
Seperti yang diketahui, Sinopharm berupaya memberikan vaksin kepada para pelajar Tiongkok yang hendak ke luar negeri tersebut secara cuma-cuma. Hingga Selasa (13/10) kemarin, sudah tercatat 152 ribu orang yang memesan vaksin tersebut dan 747.572 orang lainnya sangat ingin mendapatkannya.
Pada Selasa sore itu platform pemesanan daring sudah tidak dapat diakses karena banyaknya peminat. Seorang pelajar yang hendak mengambil program master di luar negeri mengaku mendapatkan pesan singkat setelah mengisi formulir secara daring dan diundang di grup obrolan untuk bergabung dengan 200 pelajar lainnya yang sama-sama ingin mendapatkan vaksin.
Meskipun jadwal vaksinasi darurat untuk kelompok masyarakat belum pasti, Sinopharm sudah membuka pemesanan vaksin sejak Pameran Perdagangan Jasa Internasional beberapa waktu lalu. Ada 2 jenis vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Tiongkok tersebut.
Kedua vaksin tersebut bahkan sudah memasuki tahap ketiga uji klinis di 125 negara. Sesuai dengan aturan yang berlaku di Tiongkok, Sinopharm telah mendapatkan persetujuan penggunaan vaksin secara darurat sejak 22 Juli lalu.
(wk/nidy)