Risma Banggakan Cara Surabaya Kendalikan Banjir di Depan DPRD DKI Jakarta, Seperti Apa?
Nasional

Pansus DPRD DKI Jakarta meminta masukan terkait pengendalian banjir di Ibu Kota kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma pun dengan gamblang membeberkan strategi jitunya.

WowKeren - Banjir masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Ibu Kota. Kondisi ini membuat DPRD DKI Jakarta membentuk panitia khusus yang kemudian meminta masukan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dan dalam kesempatan itu, Risma pun membanggakan penanganan banjir di Kota Pahlawan yang ternyata tidak memakan biaya besar. Disebutkan Risma, anggaran penanganan banjir Surabaya hanya Rp 460 miliar, sehingga Pemerintah Kota harus memutar otak agar tercukupi.

Dan cara untuk mengatasi banjirnya adalah dengan memastikan saluran terkoneksi dengan baik, di samping memastikan daerah resapan juga tersedia. "Saluran harus terkoneksi, kalau tidak pasti jadi masalah," ungkap Risma, dilansir dari Tribun Jatim.

Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga memastikan penataan pedestrian yang harus diintegrasi dengan pengelolaan saluran. Yang patut disoroti adalah koordinasi antara kedua dinas yang bertanggung jawab atas masing-masing bidang juga harus kuat.


"Yang saya dengar itu, katanya pedestrian di bawah Dinas Pertamanan, sementara salurannya ada di PU. Ini tidak bisa manajemen seperti itu, karena kalau dua, satunya pengen bangun apa, koordinasinya harus kuat," beber Risma, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (23/10). "Kalau tidak kuat, dia akan saling merugikan satu sama lainnya, makanya kemudian dibangun aja, sementara salurannya tidak diperbaiki."

Selain itu, kapasitas tampungan saluran air juga harus dihitung dengan cermat. Risma menilai Surabaya dan Jakarta, sebagai wilayah yang berlokasi di ujung memang harus memperhitungkan agar air tidak sampai "tertampung" dan berhasil mengalir ke lautan.

Jakarta juga, imbuh Risma, harus memperhitungkan cara agar mengurangi debit air sebelum masuk ke kota. Menurut Risma, Jakarta memiliki kesempatan itu karena ada dua saluran terpisah yang bisa dimanfaatkan untuk memecah air agar tidak semua masuk kota.

"Pasti bisalah mengatasi banjir di sana, karena anggarannya juga besar dibanding Surabaya," pungkas Risma. Dikutip dari Harian Kompas edisi 3 Januari 2020, alokasi APBD untuk penanggulangan banjir di Ibu Kota memang mencapai 1,1 persennya. Sementara total APBD DKI Jakarta di era Gubernur Anies Baswedan adalah sebesar Rp 87,9 triliun.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts