Masih 'Red Blink' di Arab Saudi, FPI Klaim Habib Rizieq Pulang Saat Bulan Maulid Nabi
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Status red blink membuat Habib Rizieq tidak diizinkan meninggalkan Arab Saudi. Sementara itu bulan Maulid Nabi atau Rabiul Awal ada pada rentang bulan Oktober dan November 2020.

WowKeren - Rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab terus menjadi bahasan panas di Indonesia. Bila pihak FPI terus-menerus mengklaim sang imam besar siap pulang, fakta berbeda malah disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Sebagai pengingat, Agus Maftuh menyebut Habib Rizieq masih berstatus red blink alias tidak diizinkan keluar Arab Saudi karena ada masalah hukum. Namun belum lama ini FPI mengklaim bahwa Habib Rizieq siap pulang pada bulan Rabiul Awal atau dikenal juga sebagai bulan Maulid Nabi.

Padahal diketahui pada Kamis (29/10) besok, umat Muslim akan merayakan Maulid Nabi alias hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Lantas apakah itu berarti Habib Rizieq akan benar-benar kembali ke Indonesia dalam waktu dekat?

"Sekitar bulan maulid ini, insya Allah enggak lebih dari itu," tegas Juru Bicara FPI, Novel Bamukmin, Senin (26/10). "Kecuali, rezim ini sudah benar benar menantang ulama, habaib dan umat Islam untuk mempersulit kedatangan beliau."


Untuk informasi, bila merujuk pada kalender Hijriah, 1 Rabiul Awal jatuh pada Minggu (18/10) kemarin. Dengan demikian, setidaknya bulan Rabiul Awal ini ada pada rentang pertengahan Oktober hingga November 2020.

Di sisi lain, rencana kepulangan ini juga sudah disampaikan sendiri oleh Habib Rizieq lewat sebuah video yang viral beredar di media sosial. Habib Rizieq mengklaim akan segera pulang karena Indonesia yang disebutnya memprihatinkan.

"Insya Allah kalau tidak ada halangan dalam waktu dekat saya sekeluarga akan kembali ke Tanah Air," ujar Rizieq dalam video tersebut. "Insya Allah dalam waktu dekat ini, tidak lama lagi, saya sekeluarga akan kembali ke Indonesia. Akan pulang ke Tanah Air dan akan kembali berjuang bersama umat Islam di Negeri kita tercinta. Amin."

"Artinya kondisi yang sangat memprihatinkan ya tentu membutuhkan kepedulian, yaitu dari setiap rakyatnya, dari setiap bangsanya," lanjutnya. "Termasuk kepedulian dari pada Habib, para Ulama, para tokoh, para aktivis. Bagaimana supaya kita bisa saling bergandeng tangan, bahu membahu, menyelamatkan kita punya Negeri dari keterpurukan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts