Makanan Tak Bisa Tularkan COVID-19, Kenapa Restoran Malah Jadi Tempat Rawan Penyebaran Virus?
Health
COVID-19 di Indonesia

Pakar menyoroti penularan virus Corona di tempat umum seperti restoran dan rumah makan. Padahal diketahui bahwa bahan makanan tidak bisa menjadi media penilaran virus Corona.

WowKeren - Peneliti menegaskan bahwa makanan bukan media penularan COVID-19. Kendati virus SARS-CoV-2 bisa bertahan beberapa lama di bahan makanan beku, namun mikroba penyebab penyakit itu diyakini bakal mati ketika dimasak.

"Makanan tidak dianggap sebagai sumber resmi penularan virus Corona," ungkap Direktur Medis Regional di One Medical Amerika Serikat, Natasha Bhuyan MD, dilansir pada Selasa (27/10). "Sehingga umumnya aman untuk mengonsumsi makanan yang sudah dikemas, makanan yang dibawa dan dibawa, serta makanan yang dimasak."

Namun banyak pula pakar kesehatan yang menilai restoran sebagai lokasi paling berisiko menularkan virus Corona. Seperti misalnya Pakar Kesehatan Universitas Andalas Padang, Dr Andani Eka Putra, yang meyakini bahwa rumah makan serta restoran merupakan tempat rawan penularan COVID-19.

"Saat ini hampir tidak ada restoran dan rumah makan yang aman," beber Andani, Rabu (21/10). "Dalam sebuah tes usap pada salah satu restoran, hampir 30 persen karyawannya terinfeksi."


Lantas bila makanan tidak bisa menularkan COVID-19, mengapa restoran dan rumah makan menjadi lokasi paling rawan untuk transmisi penyakit? Diungkap oleh Bhuyan, yang patut diwaspadai adalah penyebaran droplet bervirus di titik-titik yang rawan disentuh banyak orang seperti pegangan pintu atau meja.

Droplet ini sendiri bisa keluar dan menempel di permukaan benda ketika ada yang bersin atau batuk bahkan berbicara. Sehingga situasi penularan virus Corona diperparah ketika pelayan dan pengunjung restoran tidak mengenakan masker dengan baik.

Ahli virologi menyatakan bahwa virus-virus yang terdapat di dalam droplet itu bisa bertahan di permukaan keras selama berjam-jam. Sehingga jauh lebih penting memastikan kebersihan tangan dan menjaga agar area kontak tetap bersih.

Lantas apakah aman untuk dine in alias makan di tempat umum seperti restoran? Bhuyan menyebut, jika tidak berada di daerah berisiko tinggi maka tidak terlalu ada masalah.

Hanya saja setiap orang perlu memastikan bahwa protokol kesehatan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Namun jika berada di lokasi sangat rawan penularan COVID-19 sangat disarankan untuk makan di rumah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts