Jasa Marga Batasi Pengunjung Rest Area 50 Persen Saat Long Weekend, Pengelola Menjerit
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jika dilakukan pembatasan pada rest area jalan tol, justru dikhawatirkan akan membahayakan faktor keselamatan terutama bagi pengemudi yang sudah kelelahan

WowKeren - Menyambut liburan panjang akhir pekan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi adanya peningkatan volume lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Menyikapi hal ini, pihak Jasa Marga akan melakukan pembatasan jumlah pengunjung pada rest area sebesar 50 persen.

Kebijakan ini mendapat reaksi dari Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia (Aprestindo) R Widie Wahyu GP. Menurut Wahyu, kebijakan tersebut kurang tepat. Sebab, jika pengguna jalan tol meningkat maka kebutuhan dasar terkait tol juga akan mengalami hal sama.

Kebutuhan dasar yang dimaksud misalnya seperti istirahat, mengisi BBM, melakukan ibadah harian, hingga makan. Sehingga jika dilakukan pembatasan pada rest area ini, justru dikhawatirkan akan membahayakan faktor keselamatan terutama bagi pengemudi yang sudah kelelahan.

"Karena pengguna jalan tol yang meningkat, pasti kebutuhan dasar pengguna tol untuk istirahat, toilet, isi BBM, Sholat & makan pasti ikut meningkat," kata Widie dilansir Kontan, Rabu (28/10). "Jika pengguna tol dibatasi untuk masuk Rest Area, faktor safety-nya bagaimana untuk pengemudi yang sudah lelah? Atau ingin ke Toilet, lapar, atau waktu sholat?"


Jika memang ingin membatasi jumlah penumpang maka sedari awal pemerintah seharusnya tidak memberikan cuti bersama atau bisa juga melarang orang untuk bepergian. Kebijakan tersebut bertolak belakang dengan keinginan pemerintah yang ingin membangkitkan destinasi lokal.

Jika pengunjung rest area dibatasi maka itu akan mempersempit pergerakan UMKM sehingga akan semakin menurunkan pendapatan mereka. Padahal di lain sisi, pemerintah juga ingin memulihkan perekonomian yang jeblok akibat pandemi.

"Saat New Normal ini Pemerintah sedang berusaha menggerakkan roda perekonomian, khusus nya UMKM," lanjut Widie. "Jika pengunjung Rest Area dibatasi ada ratusan UMKM yang akan semakin menurun pendapatannya."

Ia mencatat saat ini ada 2.950 UMKM yang tersebar di 59 rest area Trans Jawa. "Long weekend ini adalah harapan bagi tenant dan UMKM di Rest Area untuk bisa recovery omset, setelah 9 bulan merugi," pungkasnya.

.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts