Presiden Turki Erdogan Diminta Bakar Tas Hermes Milik Sang Istri Usai Serukan Boikot Produk Prancis
Getty Images
Dunia

Belakangan ini Erdogan menyerukan boikot produk Prancis setelah Presiden Macron memberikan komentar yang membela sekularisme dan mengkritik Islam radikal.

WowKeren - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, diketahui tengah menyerukan memboikot produk Prancis. Seruan boikot yang dilakukan Erdogan ini terjadi setelah Presiden Macron memberikan komentar yang membela sekularisme Prancis dan mengkritik Islam radikal. Macron dianggap melindungi majalah yang menghina Nabi Muhammad dengan mengatasnamakan kebebasan pers.

Namun, di tengah seruan boikot tersebut, penampilan istri Presiden Erdogan, Emine, yang menenteng tas Hermes ramai dibahas. Bahkan seorang politikus Turki meminta pada Presiden Erdogan untuk membakar tas Hermes milik istrinya.

Kemal Kılıcdaroglu, pimpinan Cumhuriyet Halk Partisi atau Partai Republik Turki, meminta Presiden Erdogan dan Emine Erdogan untuk membakar tas Hermes tersebut. Menurutnya pembakaran tersebut sesuai dengan seruan yang disampaikan Erdogan.

"Aku menyerukan pada masyarakat, jangan pernah memberikan kredit untuk barang berlabel Prancis, jangan membelinya," demikian seruan Presiden Erdogan beberapa waktu lalu saat menggaungkan pemboikotan produk Prancis.

Kemal Kılıcdaroglu mengatakan Presiden Erdogan bisa mencontohkan pada rakyatnya atas seruan yang sudah disampaikannya. Menurutnya, masyarakat sendiri saat ini juga sudah tidak bisa membeli produk-produk Prancis karena ekonomi yang terus menurun di Turki.

"Bisakah masyarakat beli produk Prancis? Para sosialita kepresidenan bisa mengimplementasikan boikot tersebut. Mereka punya pesawat buatan Prancis, jualah secepatnta. Nyonya Emine punya tas (Hermes). Dia seharusnya membakarnya di taman istana kepresidenan dan mengatakan 'aku protes'," ujar Kemal seperti dikutip dari media Turki, duvarenglish.


Kemal menambahkan seruan boikot produk-produk Prancis yang dilakukan Presiden Erdogan ini tidak berarti. Karena menurutnya rakyat Turki sendiri saat ini juga sudah tidak mampu membeli produk buatan Prancis.

Tas Hermes yang disindir Kemal tersebut pernah dipakai Emine Erdogan saat menemani suaminya menyambangi Osaka, Jepang, pada Juni 2019, dalam rangka KTT G20. Kala itu, Emine Erdogan menenteng Hermes Kelly berwarna hitam. Harga tas tersebut ditaksir mencapai USD 50 ribu atau sekitar Rp 730 juta.

Saking mahalnya, penampilan istri Presiden Erdogan pun menuai kritikan. Bahkan koran lokal Turki, Cumhuriyet, menurunkan laporan untuk mengkritik penampilan mewah Emine yang kontras dengan nasib rakyatnya kala itu.

"Ketika Turki sedang berjuang dengan krisis ekonomi, Istana tidak bisa berhenti bergaya hidup mewah," demikian tulis koran tersebut. Saat itu, Turki memang sedang mengalami krisis keuangan ditambah lagi tingginya inflasi. Menjelang Desember 2018, 4,3 juta warga Turki dilaporkan tidak memiliki pekerjaan.

Di sisi lain, kisruh antara Erdogan dan Macron bermula setelah majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, mengumumkan menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad pada September lalu. Penerbitan ulang dilakukan untuk menandai dimulainya persidangan penyerangan kantor mereka terkait karikatur itu pada 7 Januari 2015 silam.

Sejumlah politikus Prancis, terutama partai sayap kanan Front Nasional pimpinan Marine Le Pen, mendukung penerbitan karikatur itu serta menghubungkan aksi teror dengan ajaran Islam dan menyuarakan ujaran anti-Islam. Sementara, Presiden Macron menyatakan tidak bisa mencampuri keputusan redaksional majalah.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait