Pendukung Trump Ganggu Rombongan Timses Joe Biden Saat Kampanye di Texas, FBI Turun Tangan
Getty Images
Dunia

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Jumat (30/10) lalu, saat tim sukses Joe Biden hendak menuju ke Kota Austin untuk menggelar masa kampanye terakhir menjelang pilpres.

WowKeren - Sejumlah simpatisan capres petahana Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menghalang-halangi bus dan rombongan tim sukses capres Partai Demokrat, Joe Biden, saat berkampanye di San Antonio, Texas. Hal tersebut rupanya membuat FBI ikut turun tangan.

Dilansir dari CNN, peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Jumat (30/10) lalu. Disebutkan bahwa saat itu tim sukses Biden hendak menuju ke Kota Austin untuk menggelar masa kampanye terakhir menjelang pilpres.

Di tengah perjalanan, sejumlah kendaraan iring-iringan simpatisan Trump yang membawa bendera mendekati rombongan Biden. Kemudian para pendukung Trump dilaporkan mengumbar sumpah serapah dan caci maki kepada rombongan timses Biden.

Tidak sampai di situ, para simpatisan Trump lantas dengan sengaja menghalangi iring-iringan timses Biden. Alhasil, aksi para simpatisan pendukung Trump itu kemudian mengganggu arus lalu lintas. Bahkan, salah satu kendaraan yang dikemudikan pendukung Trump bersenggolan dengan mobil pengendara lain.

Disebutkan pula bahwa saat itu baik Biden maupun calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, tidak ikut dalam rombongan itu.


Anggota kepolisian setempat kemudian tiba di lokasi setelah salah satu anggota timses Biden menghubungi saluran telepon darurat 911. Polisi lantas mengawal rombongan itu menuju lokasi. Akan tetapi, timses Biden memutuskan tidak melanjutkan kegiatan kampanye di Austin.

Saat ini dilaporkan Biro Penyelidik Federal AS (FBI) turun tangan menyelidiki insiden itu. "FBI San Antonio menyadari insiden itu dan sedang melakukan investigasi," kata juru bicara FBI, Michelle Lee.

Menanggapi hal itu, Trump sempat mencuit melalui Twitter tentang kejadian yang terekam kamera itu dan menuliskan, "Saya Cinta Texas."

Terkait dengan penyelidikan FBI, Trump meminta supaya lembaga itu tidak ikut campur. "Dalam pendapat saya, para patriot ini tidak melakukan kesalahan. Justru FBI dan Kementerian Hukum harus menyelidiki teroris, anarkis, dan penghasut ANTIFA, yang melakukan kerusuhan di negara-negara bagian yang dikuasai Demokrat dan menyakiti rakyat," cuit Trump.

Di sisi lain, pemungutan suara pemilihan presiden AS bakal digelar pada 3 November. Sementara pemungutan suara dalam pemilihan umum di AS sudah dilakukan secara bertahap di seluruh negara bagian.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait