Bermasalah di Korsel, Vaksin Flu Terungkap Bisa Kurangi Infeksi Virus Corona
Health

Peneliti dari Belanda menemukan keterkaitan antara imunisasi vaksin flu dengan berkurangnya tingkat infeksi virus Corona. Berikut penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Korea Selatan dibuat geger dengan sejumlah orang yang meninggal diduga akibat vaksinasi influenza. Di beberapa negara, terutama sub-tropis, wabah flu memang akan menghantui dalam waktu dekat seiring dengan masuknya musim dingin.

Memang belum ada kepastian bahwa mereka meninggal akibat vaksin flu, namun beberapa pihak sudah mulai mewaspadai bahkan menangguhkan sementara imunisasi terkait. Padahal baru-baru ini terungkap vaksin flu tak hanya efisien melawan virus influenza tetapi juga dapat memicu tubuh untuk menghasilkan molekul pertahanan yang mampu melawan infeksi SARS-CoV-2.

Makalah ini sejalan dengan beberapa penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal peer-review alias masih harus diulas rekan sejawat. Namun ditegaskan bahwa temuan ini tidak serta-merta membuat vaksin flu terbukti mencegah COVID-19.

Dalam studi tersebut, Ahli Imunologi Penyakit Menular di Radboud University Medical Center di Belanda, Mihai Netea, menyisir database rumah sakit tempatnya bekerja. Tim peneliti melihat apakah petugas medis yang mendapat vaksinasi flu selama 2019-2020 berpotensi besar atau kecil untuk terinfeksi virus Corona.


Dilansir Scientific American, para peneliti mendapati bahwa potensi petugas medis yang sudah diimunisasi vaksin flu untuk terinfeksi COVID-19 berkurang 39 persen. Sedangkan sebanyak 2,23 persen petugas medis yang tak divaksin flu positif COVID-19, sementara 1,33 persen lainnya sudah diimunisasi namun tetap terinfeksi virus Corona.

"Ini adalah studi yang menarik, tetapi tidak memberikan bukti pasti," kata Ahli Imunobiologi dan Patologi Klinis di Yale School of Medicine, Ellen Foxman. Menurutnya ada faktor eksternal yang mungkin memengaruhi sampai membuat penerima vaksin flu terlindungi dari COVID-19.

Netea pun melengkapi hasil surveinya ini dengan peneliti di tingkat laboratorium. Netea dan tim menggunakan sel darah dari individu sehat yang sudah dimurnikan untuk kemudian dipaparkan dengan vaksin flu Vaxigrip Tetra.

Sel-sel itu kemudian ditumbuhkan sebelum dipaparkan dengan SARS-CoV-2 sehari setelahnya. Dan hasilnya sel yang diberi vaksin flu menghasilkan lebih banyak molekul kekebalan melawan virus seperti sitokin.

Kendati badai sitokin bisa menimbulkan komplikasi yang parah, keberadaan sitokin di awal infeksi sangat membantu meringankan penyakit. "Molekul semacam ini menyingkirkan patogen, membuat infeksi lebih ringan," tutur Ahli Imunologi Paru di Institut Penelitian Pusat Kesehatan Universitas McGill, Maziar Divangahi.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait