Hal ini merupakan hasil exit poll yang dilakukan oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), organisasi advokasi dan hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 04 November 2020 - 18:38 WIB
WowKeren - Sekitar 69 persen warga Muslim Amerika Serikat (AS) memberikan suaranya kepada Capres Joe Biden dalam Pilpres AS. Hal ini merupakan hasil exit poll yang dilakukan oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), organisasi advokasi dan hak sipil Muslim terbesar di AS.
Exit poll CAIR tersebut dilakukan terhadap 844 rumah tangga Muslim yang telah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu AS. 84 persen responden melaporkan bahwa mereka telah memberikan suara di Pemilu AS, dan 69 persen di antaranya memilih Biden.
Sedangkan sebanyak 17 persen responden lain mengaku memberikan suaranya untuk Capres petahana Donald Trump. Sebagai informasi, pada Pilpres 2016 lalu Trump menerima 13 persen suara pemilih Muslim.
Menurut organisasi tersebut, lebih dari 1 juta pemilih Muslim AS memberikan suaranya dalam siklus pemilihan tahun ini. Angka itu disebut sebagai jumlah yang "memecahkan rekor".
"CAIR ingin berterima kasih kepada lebih dari satu juta pemilih Muslim Amerika yang memecahkan rekor dalam siklus pemilihan ini," tutur Direktur Eksekutif Nasional CAIR Nihad Awad, dilansir dari situs resmi CAIR pada Rabu (4/11). "Kemampuan signifikan komunitas Muslim untuk memengaruhi hasil berbagai balapan di seluruh negeri ini - termasuk pemilihan presiden - diakui secara nasional oleh para kandidat dan media."
Sementara itu, Direktur CAIR Urusan Pemerintah Robert S. McCaw menyatakan bahwa peran warga Muslim dalam politik AS sudah tidak dapat disangkal. Oleh sebab itu, McCaw menagih tanggungjawab para politisi yang telah mendapatkan suara umat Muslim di Pemilu AS.
"Umat Muslim telah memilih dan peran komunitas kami dalam politik lokal, negara bagian dan nasional sudah tidak dapat disangkal," jelas McCaw. "Sekarang waktunya untuk meminta pertanggungjawaban politisi yang kami pilih untuk memastikan bahwa hak sipil dan agama semua orang Amerika ditegakkan serta dilindungi."
Adapun database tentang pemilih Muslim milik CAIR dikembangkan dengan mencocokkan catatan negara bagian dari pemilih terdaftar dengan daftar ekstensif dari sekitar 45.000 nama depan dan belakang Muslim tradisional. Dalam menyusun daftar ini, nama-nama umum yang lazim di kalangan Muslim di seluruh kelompok etnis mayoritas Muslim di dunia diidentifikasi dan diverifikasi oleh anggota kelompok etnis yang bersangkutan.
(wk/Bert)