COVID-19 Bisa Picu Pembekuan Darah Dan Sebabkan Kematian, Peneliti Jelaskan Fenomena Ini
Health

Penelitian mengungkap jika virus corona dapat memicu terjadinya pembekuan darah yang berakibat fatal. Peneliti lantas menjelaskan kondisi yang dinilai sebagai fenomena misterius ini.

WowKeren - Virus corona saat ini telah menginfeksi lebih dari 48 juta orang di dunia. Sejumlah penelitian pun terus mengungkapkan temuan gejala-gejala baru COVID-19 pada pasien. Bahkan, virus corona juga memiliki kemampuan misterius yang bisa menimbulkan dampak bahaya bagi tubuh.

Penelitian terbaru menemukan jika COVID-19 dapat menyebabkan terjadinya pembekuan darah. Studi tersebut dapat menjawab fenomena misterius penyebab virus corona yang sanggup membekukan darah.

Dilansir dari Live Science, penyebab terjadinya pembekuan darah karena keberadaan antibodi autoimun atau disebut juga autoantibodi. Kondisi inilah yang menyebabkan antibodi berbalik menyerang jaringan tubuh sendiri sehingga menyebabkan terjadinya pembekuan darah.

Penelitian ini telah diterbitkan di jurnal Science Translational Medicine pada Senin (2/11) lalu. Dalam penelitian tersebut, peneliti berhasil mendeteksi terjadinya autoantibodi yang terjadi kepada lebih dari setengah pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit.


"Kini kami mengetahui bahwa autoantibodi bisa menjadi penyebab pembekuan darah," terang peneliti sekaligus asisten profesor Michigan Medicine Frankel Cardiovaskular Center, dr. Yogen Kanthi pada Kamis (5/11). "Dan membuat orang dengan COVID-19 semakin kesulitan berjuang melawan virus."

Sebelum pandemi virus corona merebak, autoantibodi biasanya ditemukan pada orang yang mengalami kelainan autoimun, atau disebut sindrom antifosfolipid (APS). Sindrom tersebut biasa terjadi pada 1 dari 2.000 orang. APS memicu terjadinya pembekuan darah berbahaya di arteri atau vena pasien.

Arteri adalah jaringan pembuluh darah otot yang membawa darah ke jantung. Melalui arteri ini darah akan membawa oksigen ke jantung. Oleh sebab itu jika jaringan arteri ini membeku, maka oksigen tidak bisa dibawa ke jantung maka dampaknya bisa berbahaya, termasuk terjadinya serangan jantung yang berakibat kematian.

Demi mempelajari lebih lanjut mengenai temuan ini, peneliti menganalisis sampel darah dari 172 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Hasilnya, 52 persen pasien ternyata memiliki autoantibodi dalam darah mereka.

Sebagai penegasan dan mempelajari pembekuan darah di laboratorium, peneliti juga menyuntikkan autoantibodi ini ke tikus. "Hasilnya jumlah pembekuan darah sangat mencolok pada hewan, dan itu adalah pembekuan darah terburuk yang pernah kami lihat," terang Kanthi.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait