Jalin Hubungan Baik dengan Trump, PM Israel Netanyahu Bersiap Jika Biden Menang Pilpres AS
Dunia
Pilpres AS 2020

Kemenangan Biden diyakini akan mengubah peta politik internasional, termasuk isu Timur Tengah dan Palestina-Israel. Biden dikenal menentang Israel terkait aneksasi Tepi Barat.

WowKeren - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaku telah bersiap jika capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, memenangkan pilpres. Sebagaimana diketahui, Biden bahkan telah mendekati suara electoral 270, syarat penentu kemenangan di pilpres AS.

Kemenangan Biden diyakini akan mengubah peta politik internasional, termasuk isu Timur Tengah dan Palestina-Israel. Seperti yang diketahui, presiden Donald Trump selama ini dekat dengan Netanyahu. Trump bahkan telah memindahkan Kedutaan AS ke Yerusalem.

Dilansir dari The Jerusalem Post, salah satu sumber melaporkan bahwa Netanyahu telah mempersiapkan kemungkinan kemenangan Biden. Netanyahu tahu sekutunya Presiden Donald Trump kesulitan dalam pilpres ini.

Dalam wawancara sebelumnya, Netanyahu membahas rencana aneksasi tapi ia juga menyinggung pendekatan Trump di Timur Tengah secara keseluruhan. Ditanya apakah Israel perlu melakukan aneksasi sebelum pemilu AS, Netanyahu mengatakan pemilu tidak mendorong rencana tersebut.

"Pemerintahan mana pun, baik Demokrat maupun Republik harus bekerja dengan realita baru, mereka harus mempertimbangkan situasi baru, Anda tidak bisa bekerja berdasarkan kebohongan," kata Netanyahu.

Lebih lanjut, Netanyahu mengatakan ia tidak peduli kandidat mana yang akan menang. "Saya akan bekerja dengan baik dengan Demokrat maupun Republik," katanya.


Kendati demikian, disebutkan bahwa posisi Israel akan tetap aman meski nantinya Joe Biden mengalahkan Trump dalam pilpres. Wakil ketua Partai Demokrat di Luar Negeri, Elana Sztokman, menyatakan Isarel tidak perlu khawatir dan proses normalisasi yang dimulai oleh Trump akan terus berlanjut di bawah Biden.

Biden dikenal menentang Israel yang memperluas aktivitasnya di Tepi Barat dan telah berjanji mengembalikan uang yang dipotong oleh pemerintahan Trump ke Palestina. Namun, pandangan mantan wakil presiden era Barack Obama tersebut tampaknya sebagian besar mendukung Israel.

Pada Mei, Biden menyatakan tidak akan memindahkan Kedutaan Besar AS kembali ke Tel Aviv jika terpilih. Dia juga kemudian berjanji melanjutkan kerja sama militer yang erat dengan Israel dan memberikan bantuan miliaran dolar kepada negara tersebut. Sztokman menyebut bahwa Biden ingin mencari jalan tengah dan solusi yang menguntungkan.

"Dia berkomitmen untuk keamanan Israel, tetapi pada saat yang sama dia juga mendukung solusi dua negara dan ingin mencapai perdamaian jangka panjang antara negara Yahudi dan Palestina," kata Sztokman.

Jika terpilih, Biden perlu mengatasi masalah yang timbul dari pemerintahan Trump dan mendapatkan kembali kepercayaan rakyat Palestina. Sztokman yakin bahwa dia akan siap menghadapi tantangan tersebut.

"Dia akan menjadi hebat untuk Israel dan kawasan. Dia cerdas dan memahami pentingnya stabilitas dan keamanan dan akan mampu memecahkan sejumlah masalah yang mendesak," imbuh Sztokman.

Hingga saat ini, penghitungan masih berlangsung. Sejauh ini hasil pemungutan suara sudah diumumkan di sejumlah negara bagian. Suara elektoral Biden masih lebih tinggi dibandingkan Trump. Joe Biden meraup 264 suara elektoral, sementara Trump mengantongi 214 suara elektoral.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts