Proses perhitungan suara di Pilpres AS sudah semakin mendekati akhir. Keunggulan capres dari Partai Demokrat, Joe Biden membuat tim Presiden Trump mulai cemas dan menanti keajaiban.
- Ruth Meliana
- Jumat, 06 November 2020 - 09:41 WIB
WowKeren - Pemilu di Amerika Serikat (AS) hingga saat ini masih dalam proses perhitungan suara. Hingga Jumat (6/11) pagi, capres dari Partai Demokrat, Joe Biden masih terlihat unggul dari Presiden AS Donald Trump.
Berdasarkan data dari The Associated Press, Joe Biden mendapatkan 264 suara elektoral, sedangkan Trump baru mendapatkan 214 suara elektoral. Seperti yang diketahui, setiap capres harus mengantongi 270 suara elektoral demi memperebutkan Gedung Putih dan menjadi Presiden AS.
Perolehan suara tersebut tentunya menunjukkan jika Biden hanya tinggal selangkah lagi untuk mengakhiri pesta demokrasi di Negeri Paman Sam tersebut sebagai presiden. Ia setidaknya hanya membutuhkan satu kemenangan lagi di satu negara bagian AS.
Sementara itu, situasi tersebut dinilai semakin menyulitkan Trump untuk kembali memenangi Pilpres AS di periode kedua. Potensi Trump terdepak dari Gedung Putih pun terlihat semakin besar. Hal ini diamini oleh penasihatnya.
Dilansir CNN, salah seorang penasihat Trump yang enggan disebutkan namanya menyebut hasil perhitungan suara sejauh ini memang tidak memihak sang petahana. Bahkan, ia menyebut pihaknya membutuhkan pertolongan Tuhan agar Trump dapat memenangi Pilpres AS.
"Penghitungan tidak memihak pada kami," ujar penasihat Trump, Kamis (5/11). Kami butuh pertolongan Tuhan untuk mengubah itu."
Pendapat serupa juga diutarakan penasihat Trump lainnya. Ia mengaku mulai kehilangan harapan. Sejauh ini, pihaknya masih menanti perhitungan suara di Pennsylvania dan Georgia. "Ini tidak baik," ungkap penasihat presiden.
Negara bagian Pennsylvania sendiri dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kemenangan Pilpres AS 2020. Bagaimana tidak, Pennsylvania memiliki kuota 20 suara elektoral yang mampu menambah dukungan salah satu capres secara signifikan.
Pennsylvania sendiri hingga sekarang masih dalam proses penghitungan suara. Pemerintah setempat meyakini mereka dapat merampungkan proses hitung suara pada hari ini. Saat ini, masih ada 550 ribu surat suara yang harus dihitung. Biden membuntuti Trump dengan selisih 108.772 suara per Kamis (5/11) pukul 14.45 waktu setempat.
Jika Trump berhasil memenangkan memenangkan Pennsylvania, peluang Biden untuk menang Pilpres AS masih cukup tinggi. Biden dapat menduduki Gedung Putih jika ia memenangi dua negara bagian, seperti Arizona, Georgia, Nevada, dan North Carolina yang masih dalam proses hitung suara.
(wk/lian)