Trump tidak mendukung klaimnya dengan menguraikan fakta atau detail apapun. Sementara para pejabat negara bagian dan federal juga belum melaporkan ada kasus penipuan pemilih.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 06 November 2020 - 13:48 WIB
WowKeren - Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Dmeokrat, Joe Biden, akhirnya buka suara setelah capres petahana Donald Trump terus mengklaim bahwa Partai Demokrat mencoba mencurangi Pilpres AS. Trump diketahui terus ngotot mengatakan Demokrat melakukan kecurangan meskipun ia sama sekali tak memiliki bukti.
"Tidak ada yang bisa mengambil demokrasi kita," kata Biden melalui cuitan di Twitter. "Amerika sudah sejauh ini, sudah melalui pertarungan yang sangat banyak dan bertahan untuk membuat hal itu terwujud."
Sebelumnya, Trump memang terus mengklaim tanpa bukti bahwa Partai Demokrat mencoba mencurangi Pilpres AS karena penghitungan suara di beberapa wilayah kunci diperpanjang. "Petinggi Demokrat tidak pernah percaya mereka bisa memenangkan pilpres ini," kata Trump dalam jumpa pers di Gedung Putih.
"Sejujurnya, saya sangat percaya hal itu, itulah mengapa mereka mengirimkan surat suara di mana ada korupsi dan penipuan yang luar biasa terjadi," lanjut pria berusia 74 tahun tersebut.
"Itu sebabnya mereka mengirimkan puluhan juta surat suara yang tidak diminta tanpa tindakan verifikasi apa pun. Dan saya sudah memberitahu semua orang bahwa hal ini akan terjadi," tambah Trump.
Trump tidak mendukung klaimnya dengan menguraikan fakta atau detail apapun. Sementara para pejabat negara bagian dan federal juga belum melaporkan ada kasus penipuan pemilih.
"Kami menginginkan pilpres yang adil dan kami menginginkan sebuah penghitungan yang jujur dan kami menginginkan orang-orang jujur bekerja di belakangnya, karena ini adalah pekerjaan yang sangat penting. Maka dari itu negara ini akan menang. Begitulah cara AS akan menang," tutur Trump.
"Dan kami pikir kami akan memenangkan pilpres dengan sangat mudah. Kami pikir akan ada banyak proses sengketa di pengadilan karena (kami) memiliki banyak bukti, dan (bukti) itu mungkin akan berakhir di pengadilan tertinggi negeri ini. Kita lihat saja. Tapi kami pikir akan ada banyak proses pengadilan karena kami tidak bisa melihat pemilu dicurangi dengan cara seperti ini," terangnya.
Tak hanya itu, Trump juga memperbarui kritiknya terhadap penggunaan surat suara via pos di tengah pandemi virus corona. "Kami mendengar cerita menyeramkan, cerita sangat menyeramkan, dan kami tidak bisa membiarkan hal itu terjadi di AS," imbuhnya.
"Ini bukan masalah siapa yang menang, Partai Republik atau Demokrat, Joe atau saya sendiri. Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi pada negara kita. Kita tidak bisa dipermalukan dengan mengalami hal seperti ini," ujarnya menambahkan.
Hingga kini, proses penghitungan suara Pilpres AS di seluruh negeri telah berjalan dan hanya menyisakan penghitungan di beberapa negara bagian. Proses penghitungan yang tersisa dan menjadi sorotan terjadi di negara bagian Arizona, Georgia, Nevada, North Carolina dan Pennsylvania.
Sejauh ini suara elektoral Biden masih lebih tinggi dibandingkan Trump. Joe Biden meraup 264 suara elektoral, sementara Trump mengantongi 214 suara elektoral.
Kedua kandidat harus bersaing memperebutkan 68 suara elektoral yang tersisa untuk bisa lolos ke Gedung Putih.
(wk/luth)