Sebelumnya, Trump telah membawa AS keluar dari kesepakatan iklim Paris tiga tahun lalu. Keluarnya AS dari kesepakatan iklim itu mulai berlaku tepat pada 4 November 2020.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 06 November 2020 - 14:52 WIB
WowKeren - Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, berjanji akan membawa kembali negeri Paman Sam itu untuk masuk perjanjian iklim Paris. Sebagaimana diketahui, Trump baru saja menarik AS keluar dari Perjanjian Iklim tersebut.
Dilansir dari CNN, Biden menjanjikan bergabungnya kembali AS ke dalam Perjanjian Iklim Paris akan dilakukan pada hari pertama ketika ia resmi menjabat Presiden setelah memenangi Pilpres AS 2020.
"Hari ini, pemerintahan Trump secara resmi meninggalkan Kesepakatan Iklim Paris. Dan tepat 77 hari nanti, pemerintahan Biden akan kembali bergabung," kata Biden lewat akun twitter miliknya.
Sebagai informasi tambahan, Presiden Donald Trump telah membawa AS keluar dari kesepakatan iklim Paris tiga tahun lalu. Keluarnya AS dari kesepakatan global untuk melawan perubahan iklim itu mulai berlaku tepat pada 4 November 2020. Keputusan ini disayangkan oleh banyak pihak, termasuk negara-negara Eropa.
"Keluarnya AS akan meninggalkan jarak besar di rezim kami dan upaya global untuk meraih ambisi dan tujuan global Kesepakatan Paris," kata sekretaris eksekutif Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB (UNFCCC), Patricia Espinosa.
Espinosa mengatakan, AS masih tetap menjadi bagian dari UNFCCC. Ia menambahkan, lembaganya siap membantu usaha AS untuk bergabung kembali dengan Kesepakatan Paris.
Pada Juni 2017 lalu Trump mengumumkan niatnya untuk menarik AS dari pakta tersebut. Menurutnya, perjanjian itu merugikan perekonomian AS. Pemerintahannya mulai mengirimkan surat notifikasi ke PBB pada 4 November 2019 lalu. Hal itu membuat AS satu-satunya negara dari 197 penandatangan perjanjian 2015 yang keluar dari perjanjian tersebut.
Ketua dewan African Group of Negotiators, Tanguy Gahouma-Bekale, mengatakan keluarnya AS dari Kesepakatan Paris menghilangkan kesempatan untuk mengatasi perubahan iklim. Ia mengatakan, hal itu juga akan mengurangi pendanaan upaya penanggulangan pemanasan global.
Ia mengatakan, pemerintahan Barack Obama berjanji mengucurkan dana sebesar 3 miliar dolar untuk membantu negara rentan mengatasi perubahan iklim. Tetapi, hanya 1 miliar dolar yang dikirimkan.
Terlepas dari hal tersebut, sejauh ini hasil pemungutan suara sudah diumumkan di sejumlah negara bagian. Suara elektoral Biden masih lebih tinggi dibandingkan Trump. Joe Biden meraup 264 suara elektoral, sementara Trump mengantongi 214 suara elektoral.
(wk/luth)