Pelajari Efek COVID-19 Yang Penuh Kejutan, Peneliti Ciptakan Paru-Paru Mini
Pixabay/Ilustrasi
Health

Peneliti dari Amerika Serikat (AS) melakukan penelitian lebih lanjut untuk mempelajari dampak virus corona bagi manusia, ciptakan paru-paru mini sebagai obyek penelitian. Seperti apa?

WowKeren - Sejumlah penelitian terus mempelajari efek virus corona saat menginfeksi tubuh manusia. Pasalnya, banyak kasus pasien terinfeksi virus corona di dunia yang dilaporkan memiliki gejala-gejala baru atau tidak biasa, hingga menyebabkan komplikasi serius.

Peneliti dari Amerika Serikat (AS) contohnya sedang mempelajari dampak COVID-19 terhadap paru-paru manusia. Tim penelitian lantas membuat paru-paru mini buatan dari ribuan sel induk paru-paru manusia.

Paru-paru buatan laboratorium tersebut akan digunakan untuk mempelajari dampak virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dan patogen lain di udara terhadap sel paru-paru manusia. Mereka mengandalkan sel epitel alveolar tipe-2 (AT2), sejenis sel induk paru-paru yang memperbaiki bagian terdalam dari sistem pernapasan manusia.

Sel-sel tersebut kemudian akan dikembangbiakan menjadi jutaan sel sehingga menciptakan kembali sebagian dari paru-paru manusia. Nantinya, peneliti dapat melihat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida dari aliran darah manusia melalui paru-paru mini itu.


Selanjutnya, para peneliti juga dapat mempelajari pada tingkat molekuler perilaku sel-sel ini ketika terinfeksi virus SARS-CoV-2. Penelitian ini bertujuan agar dapat menambah wawasan seputar virus corona, khususnya terkait metode terbaik perawatan pasien positif COVID-19.

"Ini adalah sistem model serbaguna yang memungkinkan kami mempelajari tidak hanya SARS-CoV-2," kata penulis utama studi ini dari Duke University, Purushothama Rao Tata seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (6/11). "Tetapi virus pernapasan apa pun yang menargetkan sel-sel ini, termasuk influenza."

"Ini adalah terobosan besar untuk bidang ini," imbuh rekan penulis Ralph Baric, profesor epidemiologi, mikrobiologi dan imunologi terkemuka di University of North Carolina. "Karena kami menggunakan sel yang tidak memiliki kultur yang dimurnikan untuk memurnikan dan menumbuhkan sel AT2 dalam kultur dalam bentuk murni."

Sejauh ini, penelitian telah mengonfirmasi jika sel paru-paru terinfeksi SARS-CoV-2, maka virus akan masuk ke reseptor permukaan sel ACE2. Sel paru-paru kemudian melepaskan badai molekul kekebalan atau badai sitokin sebagai respons terhadap virus.

Namun, pelepasan interferon sebagai memberi sinyal protein yang memperingatkan sel lain dari virus juga tampaknya menyebabkan beberapa efek samping. Sel tersebut berpotensi memasuki mode penghancuran diri untuk menghentikan penyebaran virus sehingga dapat berdampak pada kondisi pasien.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait