Jangan Main-Main! OTG Corona Terungkap Bisa Bawa Virus Sampai 70 Hari
AP
Health

Bahaya kesehatan yang ditimbulkan dari para orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 memang tak bisa dipandang sebelah mata. Terungkap para pasien itu bisa membawa virus sampai 70 hari.

WowKeren - Yang menjadi faktor utama di balik sulitnya wabah COVID-19 dikendalikan adalah karena banyaknya pasien tanpa gejala (OTG / asimptomatik). Dengan demikian, pasien di kelompok ini positif terinfeksi virus Corona namun tidak menunjukkan gejala terinfeksi selayaknya pasien pada umumnya.

Keberadaan OTG jelas tak bisa dipandang sebelah mata sebab mereka tetap berpotensi menularkan virus yang menginfeksi. Dan baru-baru ini terungkap kelompok OTG COVID-19 bisa membawa virus tersebut hingga selama 70 hari.

Hal ini terungkap dari seorang pasien kanker berusia 71 tahun yang tak pernah menunjukkan gejala apapun selama 70 hari. Sang pasien kemudian menjalani berbagai prosedur medis seperti operasi dan rehabilitasi.

Selama proses itu sang pasien tidak mengalami gejala klinis apapun, bahkan tidak ada gejala aneh di paru-parunya. "(Lalu) dia dites dan dinyatakan positif COVID-19 pada 2 Maret," kata laporan tersebut, dilansir dari Fox News, Jumat (6/11).


Pasien tersebut diisolasi dan selama 15 pekan berikutnya. Ia menjalani tes COVID-19 hingga 14 kali dan sepanjang pemeriksaan hasil menunjukkan positif.

Faktanya, virusnya masih menular pada hari ke-49. Demikian juga saat pemeriksaan pada hari ke-70. Temuan itu ditandai dengan tingkat viral load yang sangat tinggi.

Baru pada pertengahan Juni 2020, sekitar 105 hari setelah ia pertama kali dikonfirmasi positif COVID-19, sang pasien dikonfirmasi negatif. Satu hal menarik yang ditemukan, meski pasien menerima plasma penyembuhan pada hari ke-71, virus itu tetap ditemukan pada hari ke-82.

Viral load sang pasien juga sempat menurun, meski akhirnya meningkat lagi. "Pasien tetap asimptomatik sepanjang perjalanan infeksi," jelas penulis penelitian.

Yang membuat situasi sang pasien memburuk, sampai terinfeksi dalam durasi waktu yang sangat lama, adalah karena tingkat kekebalannya pun rendah. "Meskipun sulit untuk memperkirakan dari satu pasien, data kami menunjukkan bahwa penularan jangka panjang mungkin menjadi perhatian pada pasien imunokompromi tertentu," pungkas para peneliti.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait