Media dunia tengah menyoroti Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020. Tak sedikit yang mengangkat soal kekacauan yang timbul di tengah proses penghitungan suara hingga membuatnya menjadi bahan hiburan semata.
- Nidya Putri
- Sabtu, 07 November 2020 - 10:24 WIB
WowKeren - Penghitungan suara Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 menjadi perhatian dunia. Pasalnya, kandidat petahana Donald Trump mengklaim adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak rival Joe Biden tanpa adanya bukti yang kuat.
Media dunia tentunya juga mengangkat "kekacauan" yang timbul di tengah penghitungan suara, dengan fokus ke sejumlah negara bagian kunci yang akan menentukan siapa yang akan ke Gedung Putih. Hasil saat ini, Biden masih unggul dibanding Trump dengan selisih tipis.
Di Tiongkok, media CCTV, enyiarkan laporan video yang berfokus pada ketakutan akan kekerasan pascapemilu. "Ada kekhawatiran mendalam akan kerusuhan yang berkepanjangan," kata laporan itu.
Di tabloid nasional Tiongkok Global Times, mengatakan pemilihan ini telah "melahirkan perpecahan, kekerasan, dan penderitaan" di AS. Pilpres AS sendiri di Tiongkok berfungsi sebagai "hiburan".
Di Rusia, saluran televisi berita negara Rossiya 24 sempat meliput pemilihan ini secara menyeluruh. "Kami terus mengikuti kegilaan ini," kata salah seorang presenternya.
Namun, pada Jumat (6/11), saluran-saluran televisi besar yang pro-Kremlin tak lagi menayangkan Pilpres AS sebagai tayangan utama. Alih-alih, mereka berfokus pada upaya Rusia menangani COVID-19.
Di Eropa sendiri, surat kabar Italia Corriere della Sera memandang pemilu di AS sebagai "ujian paling berat untuk demokrasi", yang secara bersamaan menunjukkan "kekuatan sekaligus kelemahan sistem AS" dalam hal partisipasi pemilih yang banyak dan "mekanisme yang terus menyebabkan anomali elektoral".
Sementara itu, di Negeri Sakura Jepang, sejumlah stasiun tv menayangkan proses penghitungan suara Pilpres AS dengan menggunakan kecanggihan animasi yang lucu dan menggambarkan emosi kedua kandidat berdasarkan hasil yang diperoleh sementara. Hal ini tentu menjadi perhatian warga dunia, hingga tak sedikit yang merasa jika tayangan tersebut seperti game show.
"Jepang memperlakukan Pilpres AS seperti pertunjukan gim," ujar seorang netizen. "Ya ini gim untuk kita yang bukan orang Amerika," jawab netizen lain. "Aku orang Amerika dan aku pastikan, ini menjadi lebih lucu jika kau berhadap langsung," sahut netizen lainnya.
(wk/nidy)