Di tengah ancaman gelombang kedua corona, Peru melaporkan wabah baru di negaranya, yakni difteri. Namun pemerintah setempat menyebut difteri sudah bisa dikendalikan.
- Nidya Putri
- Sabtu, 07 November 2020 - 11:16 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih belum berakhi. Bahkan di sejumlah negara di Eropa telah diserangan gelombang kedua wabah mematikan asal Tiongkok tersebut.
Di Peru sendiri kini harus menghadapi wabah baru yakni difteri. Meski begitu, pemerintah Peru menyebut difteri sudah bisa dikendalikan.
Kementerian Kesehatan Peru mengatakan, wabah difteri di negara Amerika Selatan itu telah berhasil dikendalikan dan hanya wabah kecil. Difteri di Peru ini baru muncul kembali selama 20 tahun.
Otoritas kesehatan Peru telah meluncurkan peringatan epidemiologi nasional akhir bulan lalu. "Sejauh ini, penyelidikan dan pengendalian memungkinkan kami untuk mengatakan bahwa tidak ada kasus tambahan pada wabah keluarga yang telah diidentifikasi," kata Wakil Menteri Kesehatan Luis Suarez dilansir AFP, Sabtu (7/11).
Difteri merupakan penyakit yang menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan, terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini disebabkan infeksi bakteri corynebacterium diphtheriae.
Pada kasus yang terjadi di Peru, infeksi difteri ditemukan di daerah La Victoria di ibu kota Lima. Adapun dari seluruh kasus terinfeksi, ada dua korban meninggal.
Salah satu korban meninggal yakni seorang gadis berusia 5 tahun yang telah vaksinasi saat lahir tetapi tidak pernah menerima vaksinasi lanjutan terprogram yang akan mengimunisasikannya selama satu dekade. Korban kedua yakni seorang wanita berusia 69 tahun yang meninggal pada Rabu (4/11).
Kementerian Kesehatan kemudian menggalakkan kampanye vaksinasi darurat di daerah korban meninggal tinggal. Setidaknya 7.000 orang menerima vaksinasi.
“Kami berharap dengan vaksinasi 7.000 orang, wabah di La Victoria dapat diatasi,” kata Suarez. "Tidak ada alasan untuk menimbulkan kewaspadaan nasional, juga tidak perlu dilakukan hari vaksinasi khusus untuk difteri saat ini."
Munculnya kasus difteri ini membuat Peru berencana melakukan vaksinasi terhadap 5 penyakit akhir pekan ini. Di antaranya yakni vaksin difteri dan influenza.
(wk/nidy)