Capres Partai Demokrat, Joe Biden, sudah diproyeksikan menang oleh setidaknya 7 media AS seperti CNN, Associated Press, dan Fox News. Sebelumnya hal ini juga telah diklaim Lembaga Decision Desk HQ.
- Elvariza Opita
- Minggu, 08 November 2020 - 00:21 WIB
WowKeren - Hasil akhir Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 sudah mulai terlihat. Sebab pada Sabtu (7/11) waktu setempat, atau Minggu (8/11) di Indonesia, beberapa media yang meliput gelaran pesta demokrasi itu sudah memproyeksikan hasil akhirnya.
Capres dari Partai Demokrat Joe Biden pun dinyatakan sebagai pemenang di Pemilu 2020. Dihimpun dari 7 media AS, Biden dinyatakan menang usai meraup lebih dari 270 electoral votes.
Media CNN melaporkan Biden menang dengan peroleh 273 suara, sedangkan Trump mendapat 213 suara. Hasil serupa juga diproyeksikan oleh media NBC, CBS dan BBC. Sebelumnya Lembaga Ahli Decision Desk HQ juga sudah memproyeksikan hasil serupa.
Hasil berbeda ditunjukkan di beberapa media lain. Seperti misalnya Associated Press dan Bloomberg yang menyebutkan Biden menang dengan 284 electoral votes, sedangkan Fox News mencatatkan 290 suara untuk Biden.
Kemenangan Biden memang sudah mulai terlihat ketika beberapa negara bagian "kunci" berhasil dipegangnya, termasuk Pennsylvania dan Georgia. Namun dikutip dari BBC, saat ini masih ada negara bagian yang belum menyelesaikan penghitungan suaranya seperti Wisconsin.
Asumsi kesuksesan Biden berkantor di Gedung Putih juga pernah diungkap oleh Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Pelosi menyebut sang mantan Wakil Presiden era Barack Obama itu sebagai sosok yang memegang mandat untuk AS.
Bila proyeksi media-media ini benar adanya, maka Presiden saat ini, Donald Trump, merupakan kepala negara pertama di AS yang hanya menjabat satu periode sejak 1990. Namun hasil pasti Pilpres AS tampaknya masih panjang lantaran beberapa negara bagian masih membuka peluang untuk penghitungan surat suara yang masuk, terutama yang melalui metode pos.
Untuk diketahui sejak hari pertama suara mulai dihitung, perolehan dukungan untuk Biden dan Trump memang saling bersaing. Dan selama proses itu Biden tetap mempertahankan kepercayaan dirinya untuk bisa memenangkan Pilpres, sementara Trump secara sepihak sudah mengumumkan keberhasilannya.
Tak hanya mengklaim pihaknya menang, Trump juga menuding ada kecurangan dalam pelaksanaan Pilpres. Hal ini berujung pada pihak Trump yang menggalang dana sampai senilai USD 60 juta demi melayangkan gugatan kecurangan Pilpres.
(wk/elva)