Satgas COVID-19 Angkat Bicara Soal Undangan WHO Untuk Menkes Terawan
Nasional

Sebelumnya, ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman membantah klaim Kemenkes yang menyebut undangan WHO diberikan karena kesuksesan Terawan menangani pandemi.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diketahui mengundang Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk berbagi pengalamannya dalam menangani pandemi corona di Indonesia. Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Muhammad Budi Hidayat menyebut undangan itu menunjukkan bahwa Indonesia telah dinilai mampu menangani pandemi corona.

Namun, ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman membantah klaim Kemenkes yang menyebut undangan WHO diberikan karena kesuksesan Terawan menangani pandemi. Ia membeberkan undangan tersebut hanyalah diskusi ilmiah seputar pandemi COVID-19 saja.

Kekinian, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 turut angkat bicara soal undangan tersebut. Menurut Juru Bicara Satgas COVID-19 Reisa Broto Asmoro, undangan tersebut harus diartikan sebagai apresiasi keberhasilan Indonesia dalam menghadapi pandemi.

"Undangan ini harus kita terjemahkan sebagai apresiasi WHO atas keberhasilan Indonesia," ujar Reisa dalam siaran YouTube FMB9 dilansir pada Senin (9/11). "Atas kerja keras dan gotong royong kita semua yang dinilai mencatatkan berbagai kemajuan dalam menangani pandemi COVID- 19."


Reisa lantas mengungkapkan sejumlah contoh keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan COVID-19. Salah satunya adalah persentase kasus aktif COVID-19 Indonesia yang sudah lebih rendah dibanding persentase global.

Menurut Raisa, jumlah kasus aktif Indonesia sebesar 54.427 atau 12,7 persen dari total kasus berdasarkan data per 6 November 2020. "Jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia yang berada di angka sekitar 25 persen dari total kasus," ungkap Reisa.

Selain rendahnya persentase kasus aktif COVID-19, jumlah pasien sembuh juga menjadi salah satu pencapaian Indonesia. Menurut Reisa, jumlah kasus sembuh di Indonesia yang pada 6 November 2020 berjumlah 360.705 atau sekitar 84 persen dari total kasus positif akumulatif.

Angka kesembuhan tersebut lebih tinggi dibanding angka kesembuhan dunia yang hanya mencapai 71,3 persen. "Ingat ini memang bukan kerja satu atau bua orang saja, kerja kita semua sekalian sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia," pungkas Reisa.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait