Menkes Terawan Diundang WHO Berbagi Pengalaman, Kemenkes Ungkap Karena RI Sukses Atasi Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dalam undangan tersebut, Menkes RI Terawan Agus Putranto disebut akan berdiskusi langsung dengan Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Menteri Kesehatan negara-negara lain.

WowKeren - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto diundang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam konferensi pers virtual tentang penanganan virus corona (COVID-19). WHO meminta Terawan untuk berbagi pengalamannya dalam menangani pandemi corona di Indonesia.

Dalam undangan yang diteken oleh Asisten Direktur Jenderal Kesiapan Darurat WHO Jaouad Mahjour tersebut, Terawan disebut akan berdiskusi langsung dengan Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Menteri Kesehatan tiga negara lain. Menurut WHO, Indonesia telah berhasil dalam melaksanakan IAR (Intra Action Review) nasional COVID-19.

Sebagai informasi, IAR di Indonesia mencakup sembilan pilar utama penanggulangan COVID-19, yaitu komando dan koordinasi; komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat; pengawasan, tim respon cepat dan investigasi kasus. Lalu titik masuk, perjalanan internasional, dan transportasi; laboratorium; pengendalian infeksi; manajemen kasus; dukungan operasional dan logistik dan memelihara layanan dan sistem kesehatan penting.

"Dalam kapasitas inilah kami menyampaikan undangan bagi Anda untuk bergabung dalam konferensi pers Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan Menteri Kesehatan dari tiga negara lain, dan berbagi pengalaman Indonesia yang berhasil melaksanakan IAR nasional COVID-19," demikian kutipan undangan tersebut. "Dan menerapkan pelajaran penting yang diidentifikasi selama IAR untuk peningkatan respons wabah COVID-19."


Adapun undangan tersebut telah dikonfirmasi oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI Widyawati. "Iya betul undangan itu," tutur Widyawati dilansir CNN Indonesia pada Kamis (5/11).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Muhammad Budi Hidayat menjelaskan bahwa undangan tersebut merupakan undangan spesial dari WHO. Pasalnya, Indonesia dinilai mampu menangani pandemi corona usai penambahan kasus positif melandai dalam beberapa pekan terakhir.

"Iya dinilai bagus WHO, Alhamdulillah," terang Budi. "Ini karena Indonesia dianggap mampu membuat angka positif landai ya positivity rate-nya dan juga angka sembuh meningkat."

Menurut Budi, WHO juga turut mengapresiasi pelaksanaan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) untuk mencegah penularan COVID-19. Budi menyebut ketiga protokol kesehatan itu dinilai WHO berhasil menekan laju penyebaran COVID-19 Tanah Air. "Jadi artinya WHO menyebut Indonesia berhasil karena dibuktikan pelandaian kasus itu," papar Budi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts