Joe Biden Menang Pilpres AS, Palestina Gantungkan Harapan Besar
Dunia

Saat berada di bawah pemerintahan Donald Trump, AS memotong dana ke badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNRWA, yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina.

WowKeren - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menggantungkan harapan tinggi pada presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden. Dalam sebuah pernyataan ucapan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris, Abbas mengaku berharap bisa bekerja dengan pemerintahan AS yang akan datang.

Dilansir dari CNN, Presiden Palestina itu berharap hubungan Palestina-Amerika membaik, mencapai kebebasan, kemerdekaan, keadilan, dan martabat bagi rakyatnya.

Abbas yang mengepalai Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah, telah memutuskan hubungan dengan pemerintahan Donald Trump dan menuduh pria 74 tahun tersebut sangat pro-Israel.

Sebagaimana diketahui, Trump memotong dana ke badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNRWA, yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina. Dia juga menolak anggapan bahwa Yerusalem timur yang dicaplok Israel akan menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan. Dia justru mengakui Yerusalem sebagai ibu kota yang tidak terbagi dari Israel.

Tak hanya itu, Trump juga menghindari mengkritik pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat, hal itu melanggar kebijakan AS selama puluhan tahun bahwa perluasan permukiman merupakan hambatan bagi perdamaian di kawasan itu.


Terlepas dari hal tersebut, pasangan capres-cawapres Biden-Harris berhasil meraih posisi presiden-wakil presiden setelah melewati perolehan 270 suara elektoral. Sedangkan rivalnya, Trump-Pence, meraih 213 suara elektoral. Dalam pernyataan resminya, Biden mengungkapkan rasa bangga akan kepercayaan rakyat AS padanya dan Kamala Harris untuk mengampu masa jabatan berikutnya.

Pada Minggu (8/11), Biden melakukan pidato kemenangan pertamanya usai memenangkan pemilu AS di Wilmington, Delaware. "Kami menang dengan suara terbanyak yang pernah diberikan untuk tiket presiden dalam sejarah bangsa, 74 juta," tegas Biden.

Biden juga mengirimkan pesan kepada mereka yang memilih Trump dengan menyerukan persatuan dan rekonsiliasi. Ia menegaskan sudah waktunya kedua belah pihak untuk saling mendengarkan lagi.

"Sudah waktunya untuk menyingkirkan retorika kasar, menurunkan suhu, bertemu lagi, saling mendengarkan lagi dan untuk membuat kemajuan, kita harus berhenti memperlakukan lawan kita sebagai musuh kita. Mereka bukan musuh kita. Mereka orang Amerika," imbuh Biden.

"Saya berjanji untuk menjadi presiden yang berupaya untuk tidak memecah belah, tetapi mempersatukan, yang tidak melihat negara bagian merah dan negara bagian biru, tetapi hanya melihat Amerika Serikat," lanjut Biden.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait