Rusia Bantah Kabar Putin Bakal Undurkan Diri dari Kursi Presiden Akibat Parkinson
AP
Dunia

Kabar ini pertama kali mencuat dari media Inggris, The Sun, yang melaporkan Putin akan turun dari kursi kepresidenan Rusia awal tahun depan karena mengidap penyakit parkinson.

WowKeren - Rusia membantah rumor yang menyebut bahwa Presiden Vladimir Putin akan mengundurkan diri dalam beberapa bulan mendatang karena masalah kesehatan. Juru Bicara Kepresidenan Kremlin, Dmitry Peskov, membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa Putin dalam keadaan sehat.

"Ini benar-benar omong kosong. Presiden baik-baik saja," demikian komentar Peskov yang disiarkan oleh kantor berita Rusia, TASS, sebagaimana dilansir dari CNN.

Kabar mundurnya Putin pertama kali mencuat dari media Inggris, The Sun, yang melaporkan bahwa Putin akan turun dari kursi kepresidenan awal tahun depan karena mengidap penyakit parkinson.

Dalam laporannya, The Sun menyebut seorang ilmuwan politik Moskow, Valery Solovei, mengungkap bahwa keluarga Putin mendorong sang Presiden untuk berhenti dari posisinya. "Ada dorongan keluarga, itu memiliki pengaruh besar padanya. Dia bermaksud mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada Januari," kata Solovei.

Lebih lanjut, Solovei juga mengatakan, Putin kemungkinan menderita Parkinson karena baru-baru ini menunjukkan gejala penyakit tersebut. Dari rekaman yang ditinjau oleh seorang pengamat, Putin baru-baru ini tampak kesakitan sembari terus-menerus menggeser kakinya. Rekaman yang diulas juga menunjukkan jari-jarinya bergerak-gerak saat dia memegang cangkir yang mungkin berisi obat.

Spekulasi kemungkinan mundurnya Putin ini muncul ketika anggota parlemen Rusia sedang mempertimbangkan undang-undang yang diusulkan oleh sang Presiden yang akan membuatnya kebal terhadap tuntutan setelah masa kepresidenannya usai.


Jika RUU itu disahkan, maka Putin tidak bisa dituntut dengan cara apa pun jika dia melakukan kekeliruan selama masa pemerintahannya, serta pada masa sebelum dan sesudahnya.

Undang-undang ini diajukan selang beberapa bulan setelah perubahan radikal dilakukan pada konstitusi Rusia. Pada bulan Juli, rakyat Rusia mendukung pengesahan baru yang bisa mengakibatkan Putin menjalani dua masa jabatan lagi.

Selama 20 tahun terakhir, Putin telah menjabat sebagai Presiden untuk 16 tahun dan akan mengakhiri pemerintahannya pada tahun 2024. Tetapi dengan adanya reformasi baru, berarti mantan agen KGB Rusia itu bisa berkuasa selama 16 tahun lagi.

Konstitusi akan memungkinkan batas masa jabatan Putin disetel ulang menjadi nol pada tahun 2024 dan mengizinkannya untuk mengajukan masa jabatan enam tahun baru pada tahun 2024, dan sekali lagi pada tahun 2030.

Selama pemungutan suara publik selama musim panas, delapan dari sepuluh orang Rusia mendukung langkah tersebut. Komisi Pemilihan mengatakan 77,9% warga Rusia memilih paket reformasi yang diajukan Putin dan 21,3% menentangnya.

Di sisi lain, dalam sejarahnya, Putin telah menjabat sebagai Perdana Menteri Rusia pada 1999 hingga 2000. Setelah itu ia menjadi Presiden hingga 2008 dan dilanjutkan kembali menjadi Perdana Menteri hingga 2012. Sejak 2012 hingga saat ini, Putin bertahan menjadi presiden dan berupaya untuk melanggengkan kekuasaannya.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait