Dahlan Iskan Ungkap Kemenangan Biden Ternyata Bahaya untuk Papua dan Indonesia, Kenapa?
Nasional

Eks Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai kemenangan Joe Biden di Pilpres AS membawa beberapa hal negatif untuk Indonesia. Mulai dari perkara ekonomi hingga keutuhan NKRI.

WowKeren - Berdasarkan proyeksi banyak media, Amerika Serikat ternyata lebih memilih Joe Biden dari Partai Demokrat untuk menjadi presiden selama 4 tahun ke depan. Banyak yang menyambut bahagia kemenangan Biden ini, termasuk di Indonesia.

Namun ternyata kemenangan Biden memiliki sejumlah sisi negatif yang patut dicermati juga. Diungkap oleh eks Menteri BUMN Dahlan Iskan, kemenangan Biden punya sisi negatif mulai dari segi ekonomi hingga keutuhan NKRI. Ada apa?

Salah satu yang sangat disoroti Dahlan adalah Biden dan Partai Demokrat yang sangat mendukung penuh hak-hak kemerdekaan. Koalisi ini sangat menolak keras pelanggaran Hak Asasi Manusia, yang besar kemungkinan dikaitkan dengan Papua dan Indonesia.

"Kan mungkin kalau Biden yang akhirnya terpilih nanti, ya Indonesia harus waspada dengan Papua. Karena Demokrat ini kan lebih mementingkan hak-hak asasi manusia kemudian lebih mementingkan hak-hak kemerdekaan," jelas Dahlan, dikutip dari Tribun Style, Selasa (10/11). "Sehingga mungkin Indonesia lebih harus berjuang bagaimana memprotek Papua."


Perihal perjuangan hak referendum atas Papua memang bergema di ranah internasional sejak tahun 2019 silam. Selain beberapa nama aktivis seperti Benny Wenda dan Veronica Koman yang kerap disebut, kiprah negara Vanuatu dalam menyinggung isu Papua di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga terjadi.

Sedangkan dari sisi ekonomi, imbuh Dahlan, akan sangat dipengaruhi gaya pemerintahan Biden yang lebih toleran terhadap Tiongkok. Hal ini jauh berbeda dengan Donald Trump yang sekarang masih terlibat perang dagang dengan Tiongkok.

Dengan kebijakan Trump, Tiongkok akan kesulitan mengembangkan sayap ke AS dan berbalik lebih senang bekerja sama dengan Indonesia. Dalam hal ini persaingannya biasa di lingkup Asia Tenggara, seperti antara Indonesia, Vietnam, dan Kambodja.

"Jadi kalau Trump yang menang, karena akan bermusuhan terus dengan Tiongkok, mungkin beberapa perusahaan Tiongkok akan lari ke Indonesia salah satunya," jelas Dahlan. "Kalau tidak kalah dengan Vietnam dan Kambodja."

Di sisi lain, kemenangan Biden sudah diklaim oleh banyak media dengan raupan suara electoral votes di atas 270. Namun kemenangan ini masih ditolak oleh Trump yang bahkan terus melancarkan "serangan", salah satunya mengaitkan Biden dengan lambannya pengadaan dan distribusi vaksin COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait