Darah kepiting tapal kuda atau Horseshoe Crab yang berwarna kebiruan dan biasa diperlukan di dunia medis, harganya melonjak tinggi mencapai USD 60,000 (Rp 844 juta) per galon.
- Nidya Putri
- Rabu, 11 November 2020 - 15:48 WIB
WowKeren - Kepiting tapal kuda atau Horseshoe Crab merupakan salah satu spesies kepiting purba yang diperkirakan sudah ada sejak 450 juta tahun lalu. Perlu diketahui, kepiting yang kerap dikenal sebagai belangkas atau mimi di Indonesia ini memiliki darah yang bermanfaat sebagai obat.
Bahkan salah satu bahan utama untuk membuat vaksin COVID-19 adalah darah biru dari kepiting tapal kuda tersebut. Tak mengherankan jika harga darah biru hewan unik ini begitu fantastis.
Dikutip dari Red Chili, Rabu (11/11), darah kepiting tapal kuda yang berwarna kebiruan harganya melonjak tinggi mencapai USD 60,000 (Rp 844 juta) per galon. Warna biru dalam darah kepiting ini berasal dari kandungan tembaga dalam haemocyanin yang membawa oksigen ke dalam darah. Karenanya warna darahnya ini bukan kemerahan.
Bukan tanpa alasan mengapa darah kepiting tapal kuda harganya sangat mahal. Menurut beberapa penelitian, darah tapal kuda ini mengandung zat pembekuan khusus yang disebut Limulus Amebocyte Lysate (LAL).
LAL memainkan peran penting dalam menentukan apakah vaksin atau alat medis baru aman dari kontaminasi. Karenanya darah biru dari kepiting ini menjadi kunci atau salah satu bahan utama dalam pembuatan vaksin COVID-19.
Namun karena jumlah kepiting tapal kuda yang tak banyak, darah biru ini menjadi langka. Kebanyakan kepiting tapal kuda harus mati karena darahnya dikuras selama proses pengambilan.
Sedangkan, kepiting yang masih hidup nantinya bakal dikembalikan ke habitat awalnya. Banyak organisasi pecinta hewan yang kontra dengan penggunaan darah kepiting sebagai bahan vaksin COVID-19, apalagi jumlah kepiting ini yang terus menurun. dikembalikan ke habitat awalnya. Banyak organisasi pecinta hewan yang kontra dengan penggunaan darah kepiting sebagai bahan vaksin COVID-19, apalagi jumlah kepiting ini yang terus menurun.
Tak hanya diburu darahnya saja, banyak orang yang mengambil kepiting tapal kuda untuk dimakan, terutama telurnya. Kepiting ini sering dianggap sebagai makanan eksotik.
Namun, ada kasus dimana seorang wanita asal Thailand harus kehilangan nyawanya setelah menyantap kepiting tapal kuda yang ditangkapnya. Kepiting tapal kuda ini ternyata sudah terpapar racun yang mengakibatkan nyawa wanita ini tak tertolong.
(wk/nidy)