Alasan Rusia Hingga Tiongkok Masih Bungkam Soal Kemenangan Biden di Pilpres AS
Dunia

Sikap para kepala negara ini berbanding terbalik dengan momen ketika Trump memenangkan pilpres AS pada tahun 2016, di mana kala itu mereka langsung memberikan ucapan selamat.

WowKeren - Sejumlah pemimpin negara di dunia telah memberikan selamat atas terpilihnya Joe Biden dan Kamala Harris dalam pilpres AS. Kendati demikian, ada pula beberapa pemimpin dunia yang hingga kini masih bungkam perihal kemenangan kandidat dari Partai Demokrat tersebut.

Salah satunya adalah Presiden Rusia, Vladimir Putin. Pada 2016, Kremlin memberi selamat kepada Donald Trump beberapa jam setelah pemenang pilpres diketahui. Tapi di pilpres tahun ini, Putin belum menyampaikan pesan serupa kepada Biden.

Pada Senin (9/11), juru bicara pemerintahan Rusia mengatakan Putin ingin menunggu hasil resmi pemilu AS sebelum mengeluarkan ucapan selamat. "Presiden kami belum mengirimkan ucapan selamat karena Menlu Rusia mengatakan akan lebih baik menunggu hasil pemilu AS resmi keluar. Banyak prosedur yang masih harus dilakukan sebelum hasil pemilu AS diumumkan secara resmi," ujarnya.

Sebagaimana yang diketahui, Trump masih berusaha menempuh jalur hukum untuk menggugat hasil pemilu AS yang dinilainya curang. Trump dan timnya menuduh terjadi kecurangan di Pennsylvania dan sejumlah negara bagian lain yang memenangkan perolehan suara Biden. Namun, klaim tersebut dilontarkan tanpa bukti.

Selain Putin, Presiden Tiongkok Xi Jinping juga masih bungkam soal kemenangan Biden di pilpres AS. Hal ini berbeda dengan sikap Xi Jinping di tahun 2016 lalu yang langsung memberikan ucapan selamat pada Trump usai hasil pilpres keluar.


Kini, kendati hubungan Xi dengan Trump telah memburuk, pemimpin Tiongkok tersebut belum juga menyambut kemenangan Biden. Pada Senin (9/11), pemerintah Tiongkok bahkan menghindari pertanyaan mengenai kapan akan memberi selamat kepada Biden.

Juru bicara Kemlu Tiongkok hanya mengatakan bahwa pihaknya akan bertindak "sesuai dengan praktik internasional".

Sedangkan para pemimpin negara lainnya yang hingga kini diketahui belum memberikan selamat pada Biden adalah Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. Keduanya dikenal memiliki hubungan yang cukup baik dengan Trump selama ini.

Obrador bahkan mengatakan dirinya perlu menunggu hingga gugatan hukum Trump atas penghitungan suara telah diselesaikan. "Kami akan menunggu semua masalah hukum diselesaikan. Kami tidak ingin bertindak enteng. Kami ingin menghormati penentuan nasib rakyat dan hak-hak mereka," kata Obrador dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Sabtu (7/11).

Terlepas dari hal tersebut, pasangan capres-cawapres Biden-Harris berhasil meraih posisi presiden-wakil presiden setelah melewati perolehan 270 suara elektoral. Sedangkan rivalnya, Trump-Pence, meraih 214 suara elektoral. Dalam pernyataan resminya, Biden mengungkapkan rasa bangga akan kepercayaan rakyat AS padanya dan Kamala Harris untuk mengampu masa jabatan berikutnya.

Para pemimpin dunia, termasuk sekutu AS telah memberi selamat kepada Joe Biden yang unggul dalam Pilpres AS. Mereka antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin, Kanselir Jerman Angela Merkel, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait