CDC AS mengeluarkan pedoman baru yakni masker yang dipakai masyarakat harus berbahan dasar 100 persen katun dengan kerapatan benang tinggi. Begini penjelasannya.
- Elvariza Opita
- Kamis, 12 November 2020 - 13:25 WIB
WowKeren - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) kembali memperbarui pedoman pemilihan masker yang tepat saat pandemi COVID-19. Sebab masker yang benar merupakan cara agar diri sendiri dan orang lain terhindar dari wabah virus tersebut.
Dalam panduan barunya, CDC menyebut masker kain pun efektif dalam mencegah penularan COVID-19 selama berbahan dasar katun dengan jumlah benang yang tinggi. "Carilah tenunan ketat dari 100 persen katun," tegas CDC, dilansir dari CNN International, Kamis (12/11).
Lantas bagaimana pula cara untuk memastikan bahwa masker katun yang sudah dipilih benar sesuai pedoman? Rupanya tidak perlu repot, CDC cukup menyarankan agar masker yang dimiliki diarahkan ke cahaya.
"Gunakan uji cahaya untuk memeriksa tenunan," kata CDC. "Jika Anda dapat dengan mudah melihat garis besar serat individu saat Anda mengangkat masker ke arah cahaya, kemungkinan itu tidak akan efektif."
Menurut CDC, beberapa lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih tinggi terbukti efektif menangkal COVID-19 dibanding masker satu lapisan kain yang jumlah benangnya lebih rendah. Sebab masker dengan kualitas seperti itu bisa menyaring sampai 50 persen partikel halus kurang dari 1 mikron.
"Dalam beberapa kasus menyaring hampir 50 persen partikel halus yang kurang dari 1 mikron," terang CDC. "Masker kain dalam beberapa penelitian yang dilakukan, setara dengan masker bedah sebagai penghalang untuk pengendalian sumber."
Namun kembali CDC menegaskan masker N95 malah tidak disarankan untuk masyarakat awam. Meski efektif menangkal virus Corona, masker jenis ini lebih baik digunakan oleh para tenaga medis yang lebih bersinggungan dengan pasien positif COVID-19.
"Jangan membeli masker N95 untuk penggunaan pribadi Anda," ujar CDC. "Selain itu, masker N95 harus dipasang agar sesuai dengan kontur unik wajah setiap dokter atau perawat. Anda dan orang yang Anda cintai tidak memiliki akses ke keahlian ahli semacam itu."
Apalagi karena saat ini banyak yang menjual replika masker N95 yang tak bisa dipastikan keamanannya. Sedangkan jenis masker lain yang dilarang adalah masker exhaust dengan katup.
Memang masker exhaust dengan katup didesain agar lebih nyaman, namun malah lebih berbahaya. Sebab napas pemakai masker akan terpusat di katup tersebut dan berujung besarnya dorongan untuk droplet bergerak lebih jauh.
(wk/elva)