Trump Halangi Biden Akses Pesan dari Para Pemimpin Dunia
Dunia

Joe Biden dicegah untuk dapat menerima pesan di bawah pengawasan Menteri Luar Negeri. Pasalnya, Menlu Mike Pompeo sendiri tidak mengakui kemenangan Joe Biden di pilpres AS.

WowKeren - Donald Trump diyakini melakukan upaya untuk mencegah rivalnya dari Partai Demokrat yang menjadi presiden ,Joe Biden, untuk mengakses pesan dari para pemimpin negara lain. Diektahui, akses tersebut saat ini dimiliki oleh Departemen Luar Negeri AS.

Dilansir dari CNN, Trump yang menjadi kandidat pejawat dalam pemilihan presiden tahun ini belum mengakui kekalahannya. Trump telah mengklaim adanya kecurangan dan hingga saat ini, badan-badan pemerintah AS belum memulai transisi atau pengalihan kekuasaan.

"Tim Biden lebih suka menggunakan sumber daya Departemen Luar Negeri," ujar salah satu sumber.

Biden dilaporkan mengadakan pembicaraan langsung melalui telepon dengan beberapa pemimpin dunia setelah resmi memenangkan suara elektoral yang dibutuhkan untuk melenggang ke Gedung Putih. Di antaranya adalah dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, meskipun banyak pesan yang dikirim terhadapnya masih berada di bawah pengawasan Departemen Luar Negeri.


Selain itu, sumber tersebut juga mengatakan bahwa Biden juga dicegah untuk dapat menerima pengarahan harian dari intelijen. Pasalnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sendiri tidak mengakui kemenangan yang diumumkan Biden. Pompeo menyatakan akan ada transisi mulus ke pemerintahan Trump yang kedua.

Tak hanya itu. Layanan Umum selaku badan negara yang bertugas mengatur transisi dari satu presiden ke presiden lainnya, juga belum mengesahkan hasil pemilu yang diproyeksikan atas kemenangan Biden.

Terlepas dari hal tersebut, pasangan capres-cawapres Joe Biden-Kamala Harris berhasil meraih posisi presiden-wakil presiden setelah melewati perolehan 270 suara elektoral. Sedangkan rivalnya, Trump-Pence, meraih 214 suara elektoral. Dalam pernyataan resminya, Biden mengungkapkan rasa bangga akan kepercayaan rakyat AS padanya dan Kamala Harris untuk mengampu masa jabatan berikutnya.

Para pemimpin dunia, termasuk sekutu AS telah memberi selamat kepada Joe Biden yang unggul dalam Pilpres AS. Mereka antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin, Kanselir Jerman Angela Merkel, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Namun, Trump beserta tim kampanyenya menegaskan bakal menempuh jalur hukum untuk menolak hasil pilpres yang memenangkan Biden. Ia dan timnya menuduh terjadi kecurangan di Pennsylvania dan negara bagian lain yang memenangkan perolehan suara Biden. Namun, klaim tersebut dilontarkan tanpa bukti.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait