Perhelatan bergengsi ini rencananya akan digelar pada Juli 2021 mendatang. Penyelenggara berharap mendatangkan penonton sebanyak mungkin sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 13 November 2020 - 17:33 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak perhelatan penting harus tertunda. Tak terkecuali Gelaran Olimpiade Musim Dingin yang semestinya dihelat akhir tahun 2020.
Rencananya, penundaan ini akan berlangsung hingga 2021 mendatang. CEO panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo Toshiro Muto mengatakan jika Jepang kemungkinan akan mengizinkan penonton yang berasal dari luar negeri.
Namun tentu saja, hal ini harus dibarengi dengan aturan ketat. Hal itu disebutkan Muto usai rapat membahas tindakan pencegahan infeksi virus COVID-19 seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (13/11).
"Pada musim semi mendatang, kami akan membuat langkah-langkah untuk semua penonton," kata Muto seperti dilansir Antara. "Termasuk warga non-Jepang."
Sebab sebagai penyelenggara event bergengsi tersebut, Jepang juga ingin memberikan kesempatan bagi warga luar Jepang. "Untuk-non-Jepang kami perlu memastikan bahwa kami memberi kesempatan menonton bagi mereka juga," lanjut Muto.
Selain harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, penonton juga akan dipantau melalui aplikasi kesehatan. Hal ini akan memudahkan pelacakan penyebaran infeksi virus corona.
Terkait apakah penggemar yang datang dari Jepang akan melakukan karantina atau tidak, hal itu akan melihat perkembangan situasi ke depannya. Jepang membuka kemungkinan jika penggemar dari luar bisa saja tidak perlu melakukan karantina selama 14 hari nantinya.
"Mengenai penonton dari luar negeri apakah harus menjalani karantina selama 14 hari atau tidak, apakah kita bisa mengesampingkan atau tidak itu tergantung situasi," ujarnya melanjutkan. "Ada kemungkinan karantina ini dibebaskan jika memenuhi persyaratan tertentu."
Perhelatan bergengsi ini rencananya akan digelar pada 23 Juli 2021 mendatang. Muto berharap untuk mendatangkan penonton sebanyak mungkin sambil tetap memperhatikan protokol pencegahan corona.
Kecemasan penonton karena tidak tahu apakah mereka benar-benar bisa pergi ke Olimpiade atau tidak bisa dimengerti," kata Muto melanjutkan. "Kami ingin memperhatikan penonton sebanyak mungkin sambil kami mengambil tindakan pencegahan pada saat yang bersamaan untuk dapat menampung sebanyak mungkin penonton."
(wk/zodi)